Logo Header Antaranews Jateng

Pelajar di Blora tewas akibat ledakan petasan

Kamis, 26 Maret 2026 07:22 WIB
Image Print
Polres Blora, Jawa Tengah, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian ledakan petasan yang menewaskan salah seorang pelajar dan dua orang terluka. (ANTARA/HO. Polres Blora.)

Blora (ANTARA) - Kepolisian Resor Blora, Jawa Tengah, mencatat adanya peristiwa tragis menimpa seorang pelajar berinisial MA (10), warga Dukuh Ngapus, Desa Ketringan, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang meninggal akibat terkenal ledakan petasan berukuran besar pada Selasa (24/3) sore.

"Insiden berawal ketika korban bersama seorang temannya menemukan sebuah petasan berdiameter 10 sentimeter (Cm) dengan panjang 15 cm di selokan bawah tower air pada Senin (23/3)," kata Kapolsek Jiken AKP Sulbekti di Blora, Rabu.

Lantas, kata dia, petasan tersebut dibawa pulang dan disimpan di rumah korban.

"Keesokan harinya, korban mengajak dua rekannya, MAA (7) dan FA (9), untuk menyalakan petasan tersebut di halaman rumah," ujarnya.

Saat sumbu petasan disulut menggunakan korek api, kedua rekannya sempat menjauh sekitar 2 meter. Namun korban tetap berada di dekat petasan karena mengira benda tersebut tidak akan meledak.

Tak lama kemudian, petasan meledak dengan daya ledak cukup kuat dan mengenai tubuh korban.

Akibat ledakan tersebut, akhirnya korban meninggal dunia.

Mendapat laporan dari masyarakat, aparat kepolisian bersama Tim Inafis Polres Blora langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan pemeriksaan tim medis, korban mengalami luka bakar di bagian dagu, dada sebelah kiri, dan kaki kanan. Penyebab utama kematian karena kerusakan organ dalam di bagian dada akibat ledakan.

Selain menewaskan korban, ledakan tersebut juga menyebabkan dua rekannya mengalami luka ringan di bagian kaki dan paha akibat percikan serta hempasan ledakan.

"Kedua teman korban saat ini menjalani rawat jalan. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa sisa-sisa kertas petasan dari lokasi kejadian," imbuhnya.

Ia mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya agar tidak bermain petasan berdaya ledak tinggi, guna mencegah kejadian serupa terulang.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026