Logo Header Antaranews Jateng

BMKG ingatkan daerah rawan kekeringan siaga hadapi kemarau

Sabtu, 14 Maret 2026 16:22 WIB
Image Print
Peta prediksi awal musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah. ANTARA/HO-BMKG

Cilacap (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan kekeringan agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau 2026 yang diprakirakan memiliki curah hujan di bawah normal.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu, mengatakan awal musim kemarau di sejumlah wilayah Jateng berbeda-beda.

Dia mencontohkan awal musim kemarau di Kabupaten Cilacap secara umum diprakirakan terjadi pada Mei dasarian kedua.

Namun, untuk wilayah pesisir tenggara Cilacap, seperti Kecamatan Binangun dan Nusawungu diprakirakan lebih awal, yakni pada Mei dasarian pertama.

Ia mengatakan durasi musim kemarau di Kabupaten Cilacap diperkirakan berlangsung selama 14-18 dasarian atau sekitar 140-180 hari dengan sifat musim kemarau di bawah normal.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan curah hujan selama musim kemarau diprakirakan lebih rendah dari kondisi norma, sehingga potensi kekeringan perlu diantisipasi sejak dini.

Untuk wilayah Kabupaten Banyumas, kata dia, awal musim kemarau diprakirakan terjadi secara bertahap di sejumlah wilayah.

Pada dasarian pertama Mei, awal musim kemarau diperkirakan mulai terjadi di Banyumas bagian tenggara, selanjutnya pada Mei dasarian kedua meliputi wilayah barat daya dan selatan, sedangkan wilayah utara dan tengah diprakirakan memasuki musim kemarau pada Juni dasarian kedua.

Ia menyebut durasi musim kemarau di Banyumas berkisar 11 hingga 18 dasarian atau sekitar 110 hingga 180 hari dengan sifat musim kemarau di bawah normal, sedangkan puncaknya diprakirakan pada Agustus 2026.

Untuk wilayah Kabupaten Purbalingga, kata dia, awal musim kemarau diprakirakan terjadi pada Juni dasarian pertama di wilayah utara serta pada Juni dasarian kedua di wilayah barat laut dan selatan.

Ia menyebut durasi musim kemarau di daerah tersebut diperkirakan 12 dasarian atau sekitar 120 hari dengan sifat musim kemarau di bawah normal, sedangkan puncak kemarau juga diprakirakan terjadi pada Agustus 2026.

Dia mengatakan kondisi musim kemarau pada 2026 diprakirakan berbeda dengan pada 2025 yang memiliki sifat hujan di atas normal.

Pada tahun tersebut, kata dia, sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas bahkan mengalami hujan hampir sepanjang tahun sehingga tidak terjadi musim kemarau secara jelas.

“Untuk tahun 2026, sifat curah hujan diprakirakan di bawah normal sehingga musim kemarau diprakirakan lebih kering dibandingkan kondisi normalnya,” kata dia menjelaskan.

Selain itu, BMKG juga memprakirakan periode musim pancaroba atau transisi dari musim hujan ke kemarau terjadi pada April hingga Mei 2026.

“Pada masa tersebut masyarakat diimbau mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang, termasuk kemungkinan angin puting beliung serta kondisi cuaca yang terasa cukup panas,” kata Teguh.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026