
Dandim : 23 KDKMP di Temanggung siap beroperasi

Temanggung (ANTARA) - Komandan Kodim (Dandim) Temanggung Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho mengatakan sebanyak 23 dari target 289 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Temanggung telah selesai dibangun dan siap beroperasi.
"Dari total target 289 lokasi KDKMP di Kabupaten Temanggung, saat ini yang sudah masuk dalam portal pemetaan sebanyak 272 lokasi," katanya di Temanggung, Jumat.
Ia menjelaskan percepatan pembangunan KDKMP dilakukan karena program tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait kesiapan lahan.
Menurutnya, sebagian lokasi masih terkendala luas lahan yang belum memenuhi standar. Pembangunan fisik KDKMP sendiri disyaratkan memiliki luas lahan yang sama, yakni sekitar 600 meter persegi.
"Masih ada beberapa desa yang lahannya belum memenuhi standar. Saat ini terus diupayakan koordinasi sekaligus sosialisasi kepada masyarakat terkait KDKMP yang merupakan program strategis nasional prioritas," katanya.
Selain itu, kondisi geografis Kabupaten Temanggung juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan. Wilayah yang berada di antara Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro membuat banyak lokasi berada di lereng dengan kontur lahan terasering.
"Karena kondisi geografis Temanggung cukup ekstrem, banyak lokasi berada di lereng atau lahan perkebunan yang bertingkat. Sehingga penyiapan lahan seperti pengurukan dan perataan membutuhkan waktu lebih lama," katanya.
Kepala Desa Badran Nopirmansyah mengatakan pembangunan KDMP di desanya telah selesai sejak Januari 2026.
Namun, peresmian secara nasional dijadwalkan berlangsung pada 30 Maret 2026. Setelah peresmian, fasilitas tersebut akan mulai diisi berbagai gerai untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
"KDMP Badran sebenarnya sudah selesai bulan Januari. Namun peresmian nasionalnya dijadwalkan pada 30 Maret 2026, sehingga setelah itu akan mulai dilakukan pengisian gerai-gerai," katanya.
Ia menambahkan keberadaan KDMP diharapkan mampu menggerakkan perekonomian warga desa. Pemerintah desa juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka di dalam gerai yang tersedia.
"UMKM juga akan kita beri kesempatan untuk memajang produk mereka di dalam gerai. Jadi tidak hanya untuk kebutuhan pokok, tetapi juga untuk produk masyarakat," ujarnya.
Adapun prioritas utama gerai KDMP tetap mengacu pada program PSN, yakni penyediaan kebutuhan sektor pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat, seperti pupuk, beras, minyak goreng, serta berbagai kebutuhan sembako lainnya.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
