Logo Header Antaranews Jateng

Disabilitas netra Penganthi intensifkan tadarus Al Quran Braile selama Ramadhan

Senin, 9 Maret 2026 12:28 WIB
Image Print
Para penyandang disabilitas netra di Panti Pelayanan Sosial (PPS) Disabilitas Sensorik Netra Penganthi melakukan tadarus Alquran di bulan Ramadhan, Kabupaten Temanggung, Senin (9/3/2026) ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Anak-anak penyandang disabilitas netra yang menjadi penerima manfaat di Panti Pelayanan Sosial Penganthi, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menjalani berbagai kegiatan keagamaan selama bulan Ramadhan, salah satunya tadarus Al Quran menggunakan huruf Braile.

Kepala Panti Pelayanan Sosial (PPS) Disabilitas Sensorik Netra Penganthi Teguh Winianto di Temanggung, Senin, menyampaikan sebagai bentuk pembinaan spiritual yang disesuaikan dengan keterbatasan penglihatan mereka.

Ia menyampaikan kegiatan pembelajaran Al Quran bagi anak-anak disabilitas netra di PPS Penganthi dimulai dari pengenalan huruf melalui Iqro Braile.

"Setelah memahami dasar-dasar huruf Braile, para peserta kemudian melanjutkan pembelajaran menggunakan Al Quran Braile. Selain membaca, anak-anak juga dibimbing untuk menghafal ayat-ayat Al Quran sebagai bagian dari penguatan pemahaman agama," katanya.

Ia menuturkan selama bulan Ramadhan kegiatan di PPS Penganthi berlangsung lebih intensif dengan berbagai agenda keagamaan. Setiap hari anak-anak mengikuti shalat berjamaah serta kegiatan kajian keagamaan berupa kultum yang disampaikan oleh instruktur dari pengurus keagamaan.

Kajian ini dilaksanakan pada sore hari mulai pukul 17.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Menjelang berbuka, lanjut dia, dilakukan pembagian takjil yang berasal dari sedekah para pegawai yang dilakukan secara bergiliran. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama di ruang makan, dilanjutkan dengan Shalat Magrib berjamaah.

Setelah itu, katanya, anak-anak kembali mengikuti rangkaian ibadah malam berupa Shalat Isya dan Tarawih berjamaah dengan imam tokoh agama setempat. Usai Shalat Tarawih, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al Quran Braile yang dipandu oleh imam serta tokoh agama yang mendampingi anak-anak dalam membaca Al Quran.

Ia menuturkan selama bulan Ramadhan kegiatan tadarus Al Quran sengaja diintensifkan agar anak-anak semakin terbiasa membaca dan memahami Al Quran meskipun dengan keterbatasan penglihatan. Dalam kegiatan tersebut anak-anak juga mendapatkan pendampingan dari pembimbing keagamaan serta instruktur dari luar.

Saat ini terdapat sekitar 55 penerima manfaat di PPS Penganthi. Hampir seluruh anak mengikuti kegiatan tadarus Al Quran selama Ramadhan, kecuali mereka yang sedang berhalangan.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, kata dia, diharapkan anak-anak disabilitas netra di PPS Penganthi tetap dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan penuh semangat sekaligus memperdalam pemahaman keagamaan mereka.

Baca juga: Warga tuna netra Surakarta isi Ramadhan dengan tadarusan



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026