
Respati-Astrid refleksi setahun memimpin Solo

Solo (ANTARA) - Wali Kota Surakarta Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani melakukan refleksi setahun kepemimpinan mereka di Solo, Jawa Tengah.
Kegiatan yang diselenggarakan jelang berbuka puasa tersebut dikemas dalam acara Ngabuburit Bareng di Monumen Apem Sewu Bantaran Sungai BBWS Bengawan Solo, Jumat.
Respati mengatakan jika fokus utamanya dalam membangun Kota Solo adalah memperkuat sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur fisik maupun manusia.
Pada sektor pendidikan, Pemerintah Kota Surakarta terus mengupayakan agar setiap murid mendapatkan hak dalam mengakses layanan pendidikan yang bermutu dan mudah.
Termasuk di dalamnya guru-guru atau tenaga pendidik juga dipastikan memperoleh kesejahteraan dan kesempatan dalam pengembangan profesi agar kualitas pendidikan terus terjaga.
“Kami juga mendorong sekolah inklusif, artinya sekolah ini juga dapat diakses oleh semua warga Kota Solo hingga anak-anak penyandang disabilitas. Kami juga tengah menyiapkan program Sekolah Unggulan berbasis kebangsaan yang harapannya ini dapat menjembatani para pelajar untuk mendapatkan layanan pendidikan yang lebih tinggi,” ujar Respati.
Di sektor kesehatan, pihaknya juga terus membuat inovasi-inovasi serta memperluas jangkauan fasilitas dan layanan untuk masyarakat. Program Posyandu Plus kini terus digencarkan karena tak hanya melakukan deteksi dini, namun juga menjaga kesehatan mental setiap warga.
Pembangunan infrastruktur baik fisik maupun manusia juga menjadi fokus utama di tahun 2026. Pengerjaan drainase, jaringan air minum dan air limbah, jalan, ruang publik hingga bangunan cagar budaya terus dilakukan. Pada infrastruktur manusia, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program Rumah Siap Kerja terus dioptimalkan agar angka kemiskinan dan pengangguran berkurang.
“Tentunya kami mengetahui tentang pembangunan kota, masyarakat selalu melihat melalui fisik yang ingin disampaikan bahwa pemerintahan bekerja. Pembangunan menjadi tolak ukur kemajuan daerah. Dan pertumbuhan ekonomi harus berbanding terbalik dengan tingkat pengangguran terbuka, ini yang penting,” terangnya.
Sebagai daerah dengan latar belakang wisata dan budaya, Respati mengatakan ada konsep K3 yakni Kauman, Keprabon, Kemlayan yang akan diproyeksikan menjadi kawasan wisata terintegrasi. Pada tahun ini akan ditambah titik-titik wisata selain Koridor Gatsu yaitu Yos Sudarso sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“Kami berkomitmen di tahun ini, pembenahan Yos Sudarso ini untuk fungsi pertumbuhan ekonomi untuk kawasan wisata baru. Pertumbuhan ekonomi dari pariwisata, Yos Sudarso akan kita mulai, jaringan listrik dan pedestarian akan kami tata,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani terus berkomitmen untuk mewujudkan Asta Cita Surakarta. Sejumlah program akan terus dioptimalkan seperti pengembangan kompetensi lewat peluang kerja berbasis ketenagakerjaan, penguatan daya saing UMKM, bimbingan kesehatan hingga program optimalisasi BUMD dan PAD.
“Program pengembangan kompetensi lewat peluang kerja ini kami kemas dengan Rumah Siap Kerja,” katanya.
Ia mengatakan program tersebut akan menjadi tolak ukur untuk mengintervensi angka pengangguran.
“Di sana akses semua ada mulai dari pendampingan, pelatihan dan bursa kerja yang targetnya tidak hanya pasar domestik namun pasar global. Semua program ini akan menjadi kerja keras kita bersama. Kami mengajak kepada seluruh jajaran OPD agar bisa ikut mensukseskan program ini di tahun 2026,” katanya.
Sementara itu, hadir dalam acara tersebut, Forkopimda serta tokoh masyarakat dan agama Kota Surakarta. Kegiatan ini dikemas dengan sesi tanya jawab dengan warga serta paparan program-program yang akan diutamakan ke depan oleh Respati-Astrid dalam upaya memajukan Kota Solo.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
