Logo Header Antaranews Jateng

1.750 mustahik mendapatkan bantuan untuk usaha Rp5,25 miliar dari Baznas

Rabu, 25 Februari 2026 08:32 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat penyerahan bantuan modal usaha bagi mustahik dadi Baznas Jateng, di Salatiga, Selasa (24/2/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Sebanyak 1.750 orang mendapatkan bantuan modal usaha mustahik produktif tahap II tahun 2025 dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah dengan total senilai Rp5,25 miliar

Penyaluran bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi di Kota Salatiga, Selasa.

Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji dalam keterangan yang diterima di Semarang, Selasa, mengatakan bantuan tersebut merupakan stimulus untuk memperkuat usaha mikro masyarakat agar berkembang dan mandiri.

Dengan total nilai bantuan sebesar itu, masing-masing orang penerima mendapatkan sebanyak Rp3 juta.

"Bantuan ini bukan untuk konsumsi, tetapi untuk diputar sebagai modal usaha. Kami juga melakukan pendampingan agar usaha mereka berkembang. Harapannya, dari mustahik bisa menjadi muzaki (pemberi zakat, red.)," katanya.

Pada 2026, Baznas Jateng merencanakan penyaluran modal usaha bagi 3.500 mustahik, kemudian terdapat juga dukungan program bantuan paket dari Baznas RI sebanyak 1.500 paket.

Dalam program pemberdayaan ekonomi, Baznas telah menggelar 21 jenis pelatihan kerja dengan total peserta 13.816 orang.

Selain penguatan ekonomi, Baznas Jateng juga menyalurkan bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2026 sebanyak 750 unit dengan total nilai Rp15 miliar, bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jateng.

"Secara kumulatif, total bantuan RTLH yang telah disalurkan Baznas mencapai 2.874 unit dengan total nominal sekitar Rp47,015 miliar," katanya.

Di bidang pendidikan, Baznas Jateng telah menyalurkan beasiswa kepada 4.434 mahasiswa melalui 15 perguruan tinggi senilai Rp15,88 miliar, dan beasiswa 96.042 siswa SMA/SMK/SLB melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) senilai Rp31,6 miliar.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut bantuan modal usaha itu sebagai stimulus untuk menggerakkan ekonomi mikro yang jumlahnya mencapai sekitar 4,2 juta pelaku usaha di Jateng.

"Modal ini sebagai stimulus. Diputer. Jangan dikonsumsi. (Penerima bantuan, red.) Harus naik kelas. Dari mikro jadi kecil, dari kecil jadi menengah. Jangan setelah dibantu malah stagnan," katanya.

Melalui pembinaan yang dilakukan, kata dia, diharapkan usaha masyarakat berkembang, omzet meningkat, serta mampu menyerap tenaga kerja.

Ia menyebut kerja kolaboratif antara provinsi, kabupaten/kota, dan Baznas mulai menunjukkan hasil dengan menurunnya angka kemiskinan Jateng ke kisaran 9,39 persen dari 9,48 persen.

"Kita keroyok kemiskinan dari desa sampai provinsi. Harus naik kelas. Tidak boleh terus berada di kategori miskin atau miskin ekstrem," katanya.

Baca juga: Baznas Temanggung memperkuat kemandirian mustahik lewat program ZMART



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026