
Pemprov Jateng berkomitmen akselerasi pengelolaan sampah lewat Gerakan ASRI

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berkomitmen mengakselerasi pengelolaan sampah lewat gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) guna menjaga kelestarian lingkungan.
"Sampah di Jateng hampir 6,36 juta ton per tahun. Yang bisa diproses baru sekitar 60 persen, sisanya belum tertangani optimal. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua," kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kabupaten Batang, Selasa.
Hal tersebut disampaikan saat pencanangan Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah), melalui aksi bersama bersih-bersih sampah di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.
Dalam kesempatan itu, ia mengatakan bahwa persoalan sampah di Jateng sudah masuk kategori darurat sehingga membutuhkan langkah konkret.
Ia mengingatkan Presiden telah menargetkan Indonesia menuju "zero waste" pada 2029 sehingga Gerakan Jateng ASRI harus menjadi gerakan nyata.
Karena itu, Luthfi meminta seluruh bupati dan wali kota segera menyerahkan data konkret penanganan sampah di wilayahnya.
"Besok akan saya bawa dalam rapat di tingkat pusat," katanya.
Kegiatan itu melibatkan lebih dari 1.000 orang bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional dipusatkan di lokasi tersebut, serta dilaksanakan serentak di 35 kabupaten/kota se-Jateng.
Gubenur didampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, menaiki alat berat jenis loader dan mengeruk tumpukan sampah ke atas dump truck menggerakkan bucket alat berat, menyerok campuran sampah plastik, kayu, dan limbah rumah tangga.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng Widi Hartanto menyampaikan bahwa aksi bersih sampah tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Gubernur tentang Gerakan Jawa Tengah ASRI.
Untuk perkembangan pengelolaan sampah di Jateng, kata dia, saat ini pengolahan sampah berbasis RDF telah berjalan di Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan Magelang, sementara pengolahan sampah menjadi energi listrik telah beroperasi di Kota Surakarta.
"Kami juga menginisiasi kolaborasi antardaerah dalam transformasi TPA menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu, termasuk kerja sama penyediaan dan pemanfaatan RDF dengan industri semen di sejumlah kabupaten/kota," katanya.
Melalui Gerakan Jateng ASRI, Pemprov Jateng mendorong percepatan transformasi pengelolaan sampah sekaligus membangun partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Baca juga: Pemprov Jateng dorong percepatan RDF tuntaskan persoalan sampah
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
