Logo Header Antaranews Jateng

Bulog Jateng siap amankan 374.000 ton beras petani lokal pada 2026

Minggu, 25 Januari 2026 20:43 WIB
Image Print
Bulog Jateng berdialog dengan petani di Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Bulog

Semarang (ANTARA) - Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah menegaskan kesiapan menjalankan penugasan pemerintah dalam penyerapan gabah dan beras produksi petani lokal pada tahun 2026.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah Sri Muniati di Semarang, Jawa Tengah, Minggu mengatakan penugasan ini dilakukan untuk mengamankan hasil panen petani lokal sekaligus menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan.

Ia mengatakan secara nasional pemerintah menargetkan penyerapan gabah dan beras sebesar 4 juta ton setara beras. Dari jumlah tersebut, Bulog Jateng mendapat mandat pengadaan dalam negeri PSO sebesar 374.658 ton setara beras dari wilayah kerja 25 kabupaten/kota.

“Penugasan di Jawa Tengah pada 2026 mengalami peningkatan sekitar 32 persen atau setara 90.956 ton dibandingkan target tahun 2025,” katanya.

Kenaikan target tersebut menegaskan peran strategis Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Penyerapan dilakukan untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang layak.

“Bulog hadir untuk melindungi petani sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat,” katanya.

Selain gabah dan beras, Bulog Jateng juga mendapatkan mandat penyerapan jagung. Dari target nasional penyerapan jagung sebesar 1 juta ton, Jawa Tengah dibebani target penyerapan sebanyak 70.000 ton.

“Untuk jagung, kami memperkuat koordinasi lintas sektor agar penyerapan di tingkat petani dapat berjalan optimal,” katanya.

Di luar penugasan pemerintah, Bulog Jateng juga diminta menyiapkan beras untuk pasar komersial. Beras kualitas medium hingga premium disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas.

“Kami memastikan ketersediaan beras tidak hanya untuk penugasan PSO, tetapi juga untuk kebutuhan pasar komersial,” ujarnya.

Memasuki awal musim panen 2026, Bulog Jateng mulai mengoptimalkan serapan sejak dini. Panen gabah sudah terlihat di sejumlah wilayah dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Maret 2026.

“Kami mengoptimalkan serapan sejak awal panen agar hasil petani dapat langsung terserap dan kualitas tetap terjaga,” katanya.

Untuk mendukung kelancaran penyerapan di tengah potensi cuaca ekstrem, Bulog Jateng memastikan kesiapan infrastruktur. Gudang, sarana pengeringan gabah, dan fasilitas pengolahan beras disiapkan dalam kondisi prima.

“Kesiapan gudang, mechanical dryer, dan RMU menjadi kunci utama, terutama menghadapi curah hujan yang masih cukup tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG Jawa Tengah, curah hujan pada akhir Januari hingga awal Februari 2026 berada pada kategori menengah hingga tinggi. Bahkan di wilayah Kabupaten Pemalang, Tegal, Kendal, Kudus, dan Pati, curah hujan diperkirakan mencapai kategori sangat tinggi di atas 500 milimeter.

Hingga 24 Januari 2026, Bulog Jateng telah menyerap Gabah Kering Panen sebanyak 4.090 ton dan beras sebanyak 1.147 ton. Total serapan tersebut setara dengan 3.225 ton beras.

“Kami optimistis serapan akan terus meningkat seiring masuknya puncak panen dengan dukungan TNI/Polri, pemerintah daerah, dan mitra swasta,” katanya.

Saat ini, Bulog Jateng didukung 148 mitra pengolahan dengan kapasitas pengeringan 6.126 ton2hari dan 148 mitra RMU dengan kapasitas pengolahan 3.463 ton/hari. Selain itu, tersedia 109 unit gudang induk dan swasta dengan total kapasitas penyimpanan mencapai 465.457 ton.

Dengan dukungan infrastruktur dan kemitraan tersebut, Bulog Jateng optimistis mampu mengamankan target penyerapan 2026. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan penugasan pemerintah di bidang pangan.



Pewarta :
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026