
Persik Andalkan Kualitas Lawan PSIS

Pelatih Persik Kediri, Joko Malis, usai memimpin timnya mencoba lapangan di Stadion Jatidiri Semarang, Selasa, mengatakan dirinya banyak mencontoh PSIS saat pertandingan putaran pertama Divisi Utama beberapa waktu lalu.
"Saya lihat PSIS juga mengandalkan kualitas teknik dan ini yang kami contoh sekarang ini. Makanya saya berharap wasit yang memimpin pertandingan besok bisa bersikap 'fair play' sehingga pertandingan itu bisa menjadi tontonan yang menarik," katanya.
Menurut dia, pada putaran pertama Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama PSSI beberapa waktu lalu, timnya kalah 0-3 dan gol yang bersarang ke gawang timnya memang benar-benar karena kualitas permainan PSIS.
Tetapi, kata mantan pesepak bola nasional tersebut, Persik sekarang ini berbeda dengan Persik yang dulu. "Dulu kita hanya mengandalkan pemain lokal sedangkan sekarang ini kita sudah memiliki pemain asing," katanya.
Dari tiga pemain asing yang dimiliki Persik, kata dia, hanya Almero (gelandang bertahan asal Brasil) yang tidak dibawa ke Semarang karena cedera termasuk pemain lokal Tamsil Sinjaya.
Dua pemain asing yang dibawa ke Semarang adalah Oliver Makor dan Da Silva. "Nanti penyerang PSIS Vitor akan bertemu Da Silva di barisan pertahanan Persik," katanya menegaskan.
Ia menambahkan, sekarang ini Persik beda dengan yang dulu karena timnya sudah mengoleksi sembilan gol di Piala Indonesia dan 23 gol di Divisi Utama PSSI.
Ia mengakui, timnya memang tidak ada target berlaga pada Piala Indonesia tetapi kalau memang ada kesempatan tentunya akan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.
Persik Kediri melangkah ke babak ketiga Piala Indonesia setelah menyingkirkan tim IPL Persijap Jepara dengan agrgat gol 3-0 (menang 2-0 di kandang sendiri dan menang 1-0 di kandang Persijap).
Sementara itu PSIS menyingkirkan Bontang FC karena menang 1-0 pada leg pertama di Semarang sedangkan leg kedua di Bontang kalah 2-4 tetapi Bontang mendapat sanksi dari PSSI karena menurunkan empat pemain asing.
Pewarta: Hernawan Wahyudono
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
