
BEI sebut perlunya pemahaman soal investasi sejak dini

Sukoharjo (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut perlunya pemahaman soal investasi sejak dini sebagai bagian dari mempersiapkan masa depan.
Kepala BEI Kantor Perwakilan Jawa Tengah 2 dan Madiun Raya M Wira Adibrata di sela Peresmian Galeri Investasi dan Edukasi Bursa Efek Indonesia di SMA Kristen Kalam Kudus Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa mengatakan dengan paham investasi sejak dini maka setidaknya orang tersebut punya rencana untuk depan.
“Minimal ada gambaran bahwa ada makhluk halus yang tidak kelihatan yang menggerogoti uang kita yang disebut inflasi, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan yang akan datang. Oleh karena itu, harus dipikirkan bagaimana melangkahkan kaki nanti kuliah, kemudian bekerja,” katanya.
Ia mengatakan tujuan utama pendirian galeri investasi di sekolah adalah agar memberikan edukasi dasar kepada siswa untuk mengenal dan mengelola keuangan dengan benar.
“Edukasi ini diharapkan bisa membentengi adik-adik agar lebih bijak dalam menggunakan produk atau mengenal produk investasi. Teman-teman kan sudah terbiasa dengan gadget dan di situ muncul banyak aplikasi ilegal yang menawarkan berbagai keuntungan yang belum tentu benar,” katanya.
Ia berharap bekal fundamental ini akan membuat siswa lebih siap memperdalam investasi saat kuliah dan ketika bekerja nanti, mereka sudah mampu mengatur keuangan dengan baik.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan ada lonjakan signifikan dalam transaksi pasar modal di lingkup Jawa Tengah 2 dan Madiun Raya. Pihaknya mencatat transaksi yang biasanya rata-rata Rp3 triliun/bulan, pada akhir November 2025 sempat menembus angka Rp7 triliun dalam satu bulan.
Menurutnya, lonjakan ini dipicu oleh sentimen pasar positif, meningkatnya edukasi yang merata, dan semakin banyaknya perusahaan baru (listing) yang memberikan alternatif pilihan investasi bagi masyarakat.
Kepala Sekolah SMA Kristen Kalam Kudus Grogol Sukoharjo Gunowo menyambut baik peresmian galeri investasi di sekolah tersebut. Ia mengatakan pembukaan galeri ini didorong oleh semangat untuk membekali anak-anak dengan pembelajaran yang benar, terutama tentang pasar modal di tengah maraknya tawaran-tawaran investasi di luar yang meragukan.
“Kami dapat berkolaborasi dengan BEI dan OJK supaya anak-anak tahu sesuatu yang benar, sesuatu yang dapat mereka jalani secara legal. Mereka tahu caranya, lalu bisa melakukan investasi sebagai bekal mereka di dunia kerja,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo Bayu Kurniawan mengatakan keberadaan galeri investasi tersebut sifatnya memberikan pemahaman dan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya merencanakan masa depan keuangan di pribadi masing-masing.
“Harapannya mereka bisa merencanakan keuangan dengan baik untuk menghadapi hari tua. Beberapa tahun terakhir seperti ini mulai dikenalkan ke siswa sekolah, agar penghasilan yang sudah kita terima bisa terpakai dengan baik,” katanya.
Ia mengatakan jika berbicara teori ekonomi maka penghasilan digunakan untuk konsumsi, tabungan yang digunakan untuk kebutuhan mendesak, serta untuk investasi.
“Yang perlu ditonjolkan di sini dalam berinvestasi agar tidak hanya untuk kepentingan sendiri, tapi juga bagaimana calon investor bisa ikut mempertahankan perekonomian bangsa,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
