Solo (ANTARA) - Salah satu peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Ananda Fadila Khoirul Akhiroh (22) menikmati manfaat JKN saat menjalani operasi amandel tanpa beban biaya.
Warga Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis tersebut pernah memanfaatkan JKN untuk operasi amandel setelah mengalami radang berulang saat dirinya masih duduk di bangku SMP. Berkat kepesertaannya di JKN, seluruh tindakan medis yang dijalani Fadila dapat terlaksana tanpa memikirkan biaya yang besar.
Fadila menceritakan kala itu dirinya sering mengalami demam, sulit menelan, dan pembengkakan amandel yang menyebabkan aktivitas sekolahnya terganggu.
“Beberapa kali saya izin tidak masuk sekolah karena sakit yang saya alami itu, kemudian saya periksakan ke Puskesmas Polokarto, dari situ saya kemudian baru tahu kalau ada amandel,” katanya.
Fadila yang terdaftar sebagai peserta JKN melalui segmen PBI Jaminan Kesehatan mengikuti alur layanan mulai dari FKTP. Di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut, dokter memberikan surat rujukan untuk pemeriksaan penyakit yang dialaminya di rumah sakit.
Semua berjalan sesuai prosedur tanpa ada kesulitan administrasi.
“Di Puskesmas saya dijelaskan langkah-langkahnya, tinggal bawa rujukan dan KTP ke RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo,” katanya.
Sesampainya di rumah sakit rujukan, Fadila menjalani pemeriksaan THT telebih dahulu. Dokter menyimpulkan bahwa radang yang sering kambuh disebabkan oleh amandel yang sudah membesar, sehingga operasi menjadi pilihan terbaik.
Mendengar kata operasi, Fadila dan keluarga sempat merasa cemas, bukan hanya karena kondisinya, tetapi juga soal biaya.
Namun kekhawatiran itu hilang setelah mengetahui tindakan operasi, hingga obat pascaoperasi dijamin oleh Program JKN sepanjang sesuai indikasi medis.
“Saya benar-benar lega, kalau harus bayar sendiri, biayanya bisa jutaan, tapi dengan JKN kami tidak mengeluarkan biaya apa pun,” jelasnya.
Setelah melaksanakan pemeriksaan lengkap, operasi amandel dilaksanakan dan berjalan lancar. Setelah pemulihan beberapa jam dan pemantauan kondisi pascaoperasi, Fadila dirawat untuk pemulihan selama tiga hari sebelum akhirnya diizinkan kembali ke rumah.
Selama perawatan, Fadila mengaku pelayanan yang diterima sangat baik. Setelah pulih, Fadila diperbolehkan pulang dengan kondisi lebih sehat. Ia tidak lagi sering terserang sakit tenggorokan dan sudahbisa beraktivitas seperti biasa.
Fadila merasa bersyukur dan mengapresiasi Program JKN yang telah memberikan perlindungan kesehatan bagi dirinya.
“Saya berharap masyarakat tetap menjaga kepesertaan aktif karena kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan layanan kesehatan seperti ini,” ujarnya.
Pengalaman Fadila menjadi gambaran nyata bahwa Program JKN hadir untuk memberikan kemudahan, kepastian, dan rasa aman bagi peserta. Operasi amandel yang sempat menjadi kekhawatiran pun dapat dilakukan tanpa hambatan, membuktikan bahwa JKN benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dari berbagai kalangan.

