Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan korupsi, melalui pelibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda atau generasi Z (gen-Z).
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Jateng Dhoni Widianto, di Semarang, Rabu, menyampaikan dukungan penuh Pemprov Jateng terhadap pendidikan dan gerakan antikorupsi bagi pemuda.
Hal tersebut disampaikannya mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, pada kegiatan Kelas Pemuda Antikorupsi Bagi Pemuda di Jateng, yang digelar di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng.
“Bapak Gubernur sangat mendukung kegiatan ini. Pemuda sebagai bagian dari peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pendidikan antikorupsi, sangat penting (dilibatkan, red.) sebagai bagian perjuangan panjang, menuju Indonesia bersih dari korupsi," katanya.
Ia menjelaskan Pemprov Jateng selama ini telah melibatkan masyarakat dalam gerakan antikorupsi, antara lain bekerja sama dengan Komunitas Penyuluh Antikorupsi Ahli Pembangun Integritas (KomPAK API) Jateng dan Anti Corruption Youth Community (ACYC).
"Melalui kelas antikorupsi ini, kami berharap lahir generasi muda yang jujur, berani, dan berintegritas," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ibnu Basuki Widodo menyampaikan bahwa penyelenggaraan Kelas Pemuda Antikorupsi, sejalan dengan konsep Trisula Pemberantasan Korupsi, khususnya pada aspek pendidikan.
"Kelas Pemuda Antikorupsi ini merupakan bagian dari pendidikan antikorupsi, yang bertujuan memberikan pemahaman kepada pemuda agar tidak ingin melakukan korupsi, karena mereka mengetahui dampaknya dan memahami aturannya," katanya.
Ia menyebutkan antusiasme pemuda Jateng sangat tinggi karena tercatat 1.036 pendaftar mengikuti seleksi untuk memperebutkan 50 kuota peserta yang akan mengikuti pendidikan selama dua hari.
"Mereka berasal dari beragam organisasi dan memiliki komitmen dalam gerakan antikorupsi," pungkasnya.

