
Pelatihan berpikir komputasional jadi prioritas bagi guru PAUD

Kudus (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) menjadikan pelatihan berpikir komputasional sebagai program prioritas nasional untuk meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sekaligus kualitas pendidikan anak usia dini di Indonesia.
"Peningkatan kompetensi guru menjadi langkah strategis untuk memperbaiki capaian pendidikan nasional. Peran guru PAUD juga sangat strategis untuk menanamkan fondasi berpikir komputasional sejak dini, mulai dari kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kreatif, yang menjadi dasar untuk memecahkan masalah kompleks di berbagai bidang," kata Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal Kemdikdasmen Suparto saat membuka pelatihan calon pelatih "Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD" di Wisma Djarum Kudus, Senin.
Untuk itu, kata dia, pengembangan kapasitas guru dalam implementasi berpikir komputasional menjadi program prioritas pemerintah. Karena dirancang untuk memperkuat empat aspek kompetensi guru profesional, pedagogis, sosial, dan personal. Melalui pendekatan bermain, guru dilatih mengembangkan bahan ajar, tujuan, serta evaluasi pembelajaran agar anak mampu berpikir sistematis, kreatif, logis, dan terampil memecahkan masalah.
Program pelatihan tersebut melibatkan delapan guru PAUD dari Kabupaten Kudus dan Kabupaten Sumbawa Barat, sebagai dua daerah yang telah lebih dulu konsisten mengembangkan dan mengimplementasikan berpikir komputasional pada jenjang PAUD. Sedangkan penyusunan panduan dan materi pelatihannya didampingi Ketua Kelompok Kerja PAUD Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN PDM) Dr. Irma Yuliantina, M.Pd, serta direview oleh Tim Bebras Indonesia, sebuah inisiatif internasional yang mempromosikan keterampilan berpikir komputasional sejak dini.
Panduan dan materi pelatihan yang dihasilkan juga akan menjadi salah satu rujukan bagi pengembangan pelatihan dan diseminasi berpikir komputasional di jenjang PAUD pada tahap selanjutnya, baik di tingkat daerah maupun nasional. Terlebih, sejak 2023 lebih dari 700 kepala sekolah dan guru dari 211 satuan PAUD mengintegrasikan berpikir komputasional dalam pembelajaran sehari-hari, melalui pendampingan dari Disdikpora Kudus dan Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus yang didukung oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation.
Sementara itu di Kabupaten Sumbawa Barat, pendekatan berpikir komputasional diterapkan oleh 135 guru dan kepala sekolah dari 29 satuan PAUD yang difasilitasi oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) sejak tahun 2023.
Sementara itu, Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation Felicia Hanitio berharap pelatihan ini bisa membantu meluruskan miskonsepsi bahwa berpikir komputasional adalah kurikulum atau kegiatan baru, melainkan proses berpikir terstruktur yang dibangun lewat kegiatan sehari-hari, sesederhana pembiasaan cuci tangan atau bermain lompat karet.
"Yang menjadi pembedanya adalah cara guru memberikan contoh dan pertanyaan pemantik untuk membangun cara berpikir anak dalam suatu kegiatan. Pengalaman dari Kudus maupun Sumbawa Barat menunjukkan, proses berpikir komputasional ketika diterapkan secara konsisten, akan meningkatkan kemampuan kognitif, sosial-emosional, dan fisik motorik anak," ujarnya.
Terpisah, Vice President Social Impact PT Amman Mineral Nusa Tenggara Priyo Pramono menambahkan berpikir komputasional menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki pola pikir adaptif. Adanya kolaborasi bersama pendidik dan pemangku kepentingan dari berbagai provinsi, diharapkan bisa mempercepat lahirnya sumber daya manusia yang siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengapresiasi inisiatif program pelatihan untuk pelatih ini yang terselenggara di Kudus dan diharapkan dapat memberi manfaat lebih luas ke berbagai daerah lainnya di Indonesia.
"Semoga dengan pelatihan ini, guru-guru di Kabupaten Sumbawa Barat bisa berkolaborasi dengan guru-guru dari Kabupaten Kudus, sehingga pelatihan ini menjadi bekal para guru PAUD dari daerah lainnya untuk mengajarkan anak-anak tentang menerapkan cara berpikir komputasional yang nantinya dapat mendorong pengembangan karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir logis anak-anak," ujarnya.
Sementara pelatihan calon pelatih diikuti 38 peserta yang terdiri dari guru PAUD, kepala sekolah dari 15 provinsi di Indonesia, mulai dari Kalimantan dan Sumatera hingga Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Jawa, serta perwakilan dari Direktorat Guru PAUD dan PNF, Direktorat PAUD dan UPT Ditjen GTK dan PG dari Provinsi Jawa Tengah dan NTB.
Baca juga: Guru pamong PPG FKIP UMS pelatihan penguatan literasi dan numerasi berbasis AI
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
