Logo Header Antaranews Jateng

Muslimah Hizbut Tahrir Tolak Penaikan Harga BBM

Selasa, 20 Maret 2012 17:08 WIB
Image Print

Iffah Ainur Rochmah juru bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia dalam aksi tersebut mengatakan kebijakan menaikan harga BBM ini adalah langkah lanjut dari liberalisasi migas, yang akan memberikan peran lebih besar kepada asing untuk menguasai sumberdaya strategis Bangsa Indonesia dari hulu hingga hilir.

Dia mengatakan kebijakan tersebut jelas merugikan rakyat, merupakan kedzaliman dan bertentangan dengan syariat Islam. Kebijakan ini secara pasti akan menambah kesengsaraan, kemiskinan dan ketidak adilan yang menimpa umat. Karenanya kaum ibu Indonesia menolak kebijakan kenaikan harga BBM.

Melalui aksi ini ditegaskan bahwa sistem kapitalisme hanya menghasilkan penderitaan bagi umat, terlebih lagi bagi perempuan. Kebijakan menaikan harga BBM juga membuktikan kegagalan pemerintah kapitalis untuk memberikan jaminan hak-hak ekonomi bagi perempuan.

Mempertahankan sistem kapitalisme hanya akan melanggengkan kesengsaraan dan ketidakadilan. Kaum perempuan membutuhkan sistem politik baru yang mampu memberikan kesejahteraan bagi umat dan memenuhi hak-haknya secara layak, kata Iffah.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026