
Ganti rugi lahan untuk jalan tol Bawen-Yogyakarta masih dinegosiasikan

Temanggung (ANTARA) - Wakil Bupati (Wabup) Temanggung Nadia Muna mengatakan ganti rugi lahan yang terkena pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, masih dalam proses negosiasi harga antara pemerintah dengan pemilik lahan.
"Sebenarnya setiap daerah apabila dibentuk jalan tol (pasti) ada masalah. Saya sudah berkomunikasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) pasti akan ada masalah dan (di) Temanggung salah satunya," katanya di Temanggung, Rabu.
Nadia mengatakan semoga bisa diambil jalan tengah yang terbaik untuk persoalan biaya ganti rugi lahan pembangunan jalan tol yang melewati Temanggung.
Menurut dia, sampai saat ini belum ada kesepakatan harga, walaupun 50 dari 150 pemilik bidang tanah sudah ada yang menerima.
"Tetapi kita masih berusaha untuk mencari jalan tengah itu. Harganya tentu saja yang lumrah di mana harga lumrah di sana yang saya tahu sekitar Rp500 ribu per meter persegi. Tetapi itu juga mungkin harus banyak komunikasi kita lakukan," katanya.
Ia mengatakan sudah melakukan komunikasi dengan Komisi V DPR RI untuk memberikan dorongan terhadap BPJT.
Kemudian, lanjutnya, melakukan komunikasi aktif dengan masyarakat yang terkena pembangunan jalan tol, agar mereka bisa memahami bahwa itu merupakan proyek strategis nasional yang tentu saja harus didukung.
"Sesuai dengan itu Insya-Allah akan ada jalan tengahnya yang kira-kira tidak memberatkan pemerintah tetapi juga bisa diterima masyarakat," katanya.
Menurut dia, pembangunan jalan tol akan berdampak pada kegiatan ekonomi di daerah.
"Salah satu faktor yang bisa meningkatkan perekonomian di kawasan Pringsurat, karena di sana merupakan kawasan perindustrian di Kabupaten Temanggung, sehingga bisa menarik investor untuk membangun industri di sana dan juga mempercepat perekonomian Temanggung," katanya.
Baca juga: Gubernur Jateng sebut Jalan Tol Bawen-Yogyakarta beroperasi 2026
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
