Semarang (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan dukungannya terhadap penguatan ketahanan keluarga melalui berbagai program dan kebijakan, diawali dengan aspek kesehatan.
"Keluarga yang sehat akan menciptakan suasana yang baik di rumah. Terutama untuk anak-anak (ketika mereka sehat, red.), mereka bisa semakin giat belajar," katanya, di sela Peringatan ke-32 Hari Keluarga Nasional (Harganas).
Peringatan Harganas juga menyiapkan berbagai layanan, mulai dari pos donor darah, cek kesehatan umum, hingga layanan Speling (dpkter spesialis keliling) di lantai 1 Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang.
Didampingi Sekda Jateng Sumarno, Wagub Jateng meramaikan acara tersebut dengan mengikuti senam berbaur bersama warga dari berbagai kalangan.
Gus Yasin menekankan pentingnya menjaga kesehatan karena kondisi yang sehat merupakan bagian dari membangun keluarga yang bahagia dan harmonis.
Ia menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Jateng dengan menghadirkan kebijakan dan program yang berpihak pada penguatan institusi keluarga.
Sejumlah regulasi tentang penguatan keluarga sudah diterbitkan, antara lain Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga, dan Peraturan Gubernur Jateng Nomor 77 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga.
Selain itu, kata dia, Jateng juga memiliki program Kecamatan Berdaya yang salah satu layanannya memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak.
Menurut dia, upaya yang dilakukan merupakan ikhtiar untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dan menekan angka perceraian.
"Kami di pemprov ingin memastikan keluarga-keluarga di Jateng ini harmonis, sakinah, dan utuh. Kalau itu bisa kita wujudkan, insyaallah angka perceraian bisa ditekan," katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jateng Eka Sulistia Ediningsih juga mengingatkan untuk terus meningkatkan kualitas dan ketahanan keluarga.
"Kendati kita tahu masih banyak permasalahan yang terkait dengan keluarga, mulai pernikahan dini, stunting, perundungan juga, tapi kita percaya insyaallah bisa bersama-sama untuk meminimalisasi," katanya.
Tidak hanya Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui BKKBN bersama Pemprov Jateng, kata dia, tetapi seluruh pemangku kepentingan lain juga berperan, terutama masyarakat.
"Insyaallah untuk indeks pembangunan keluarga di Provinsi Jateng berada di atas rata-rata nasional dengan dimensi kebahagiaan yang lebih tinggi dari provinsi lainnya, misalnya Sukoharjo dan Karanganyar," katanya.
Pada kesempatan itu, dilakukan pula penyerahan hadiah kepada pemenang lomba dalam rangka peringatan Harganas XXXII Tingkat Jateng Tahun 2025.
Di antaranya, Apresiasi Sekolah Siaga Kependudukan Terbaik, Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten dan Kota, Kader Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan Bangga Kencana Terbaik, dan Tim Pendamping Keluarga Terbaik.
Baca juga: Pemprov Jateng perkuat kerja sama pendidikan dengan Melaka

