
Sekda: Kematian ribuan ikan di Sayung disebabkan perubahan salinitas

Demak (ANTARA) - Kematian ribuan ekor ikan mujair di salah satu tambak milik petambak di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah diduga karena adanya perubahan kadar garam (salinitas) dalam air, kata Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto.
"Penyebab ikan mati dimungkinkan akibat perbedaan salinitas air ketika air mulai surut dan berbarengan dengan hujan deras. Air yang dari arah timur ke barat cenderung tawar masuk ke area tambak yang mengakibatkan ikan stres karena ada perbedaan kadar garam," ujarnya menanggapi kematian ribuan ekor ikan mujair yang terlihat mengapung di tepi Jalan Raya Semarang-Demak kilometer 9 di Demak, Rabu.
Untuk memastikan penyebab kematian ikan di tambak tersebut, kata dia, Dinas Lingkungan Hidup Demak juga sudah mengambil sampel airnya untuk diuji di laboratorium.
Hasilnya, imbuh dia, bukan karena adanya limbah pabrik, melainkan karena faktor perubahan salinitas dalam air.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Demak Sudarwanto menambahkan pihaknya memang sudah melakukan uji kualitas air tambak yang mengakibatkan matinya ikan mujair di Sayung tersebut.
Sementara laporan ikan mati di sebelah Karoseri SKU Sayung Demak diterima pada hari Selasa (10/6). Kemudian dilakukan investigasi dan pencarian informasi di sekitar lokasi kejadian.
Diperoleh informasi bahwa ikan mulai naik pada hari Minggu (8/6) sekitar pukul 17.30 WIB dan hanya terjadi di tambak sebelah PT Karoseri SKU di Jalan Raya Semarang-Demak kilometer 9.
"Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras dan aliran air mulai surut. Lokasi ikan mati hanya terjadi dalam satu tambak yang terletak di sebelah Karoseri SKU," ujarnya.
Sementara hasil uji sampel air di tambak tersebut, untuk lokasi pertama di depan PT Etercon Pharma di Jalan Raya Semarang-Demak kilometer 9 disebutkan bahwa airnya mengandung pH 7,6, DO 5,59 mg/L, Turbidity 46 NTU, Conductifity 7,49 μS/cm, dan Salinitas 0,4 g/kg.
Untuk hasil sampling di lokasi antara PT Karoseri SKU dengan PT Gaviansi diperoleh hasil pH 7,8, DO 5,82 mg/L, Turbidity 25 NTU, Conductifity 20,1 μS/cm, dan Salinitas 1,2 g/kg.
"Dugaan sementara ketika air mulai surut setelah hujan turun dan terjadi perubahan salinitas, ikan kaget atau stres sehingga berakibat ikan naik ke permukaan," ujarnya.
Terkait penanganan ikan yang mati dan mengapung di sepanjang aliran sungai di tepi Jalan Pantura Demak karena menimbulkan bau tidak sedap, kata dia, Dinas LH Demak masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak.
Baca juga: Sebanyak 12,7 ton ikan di Waduk Cengklik Boyolali mati terdampak cuaca
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
