Logo Header Antaranews Jateng

Pemuda Penggerak Perubahan Bertemu di Bandung

Sabtu, 11 Februari 2012 13:41 WIB
Image Print


Kegiatan bertema "Sumpah Pemuda 2.0" itu digelar atas prakarsa sejumlah penggerak pemuda bersama Bank Mandiri dengan tujuan untuk mewadahi langkah kolaboratif guna menjawab berbagai tantangan yang semakin kompleks, kata Panitia IYCS 2012 Ridwan Kamil, di Bandung, Sabtu.

Konferensi tersebut diarahkan untuk mendorong kolaborasi berbagai organisasi dan komunitas guna merumuskan solusi-solusi yang lebih masif, sistemik dan "out of the box" untuk membangun Indonesia.

Tokoh internasional peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus ikut pencerahan bagi para pemuda itu melalui orasinya yang disampaikan melalui media video dihadapan peserta pertemuan pemuda itu.

"Kerjakan langkah perubahan itu dari sesuatu yang kecil-kecil namun bermanfaat bagi orang banyak, dan jangan sia-siakan kesempatan untuk melakukan perubahan secara positif dan untuk kebaikan dari lingkup kecil hingga besar," kata Mohammad Yunus.

Muhammad Yunus tidak dapat hadir pada kegiatan IYCS 2012 di gedung tempat digelarnya Konperensi Asia Afrika tahun 1955 itu, namun peraih Nobel Perdamaian di bidang ekonomi kerakyatan itu memotivasi generasi muda untuk membuat perubahan dari besar dan kecil.

Selain dihadiri oleh 200 pemuda dari seluruh Indonesia, ajang Indonesian Young Changemakers Summit itu juga menampilkan sejumlah nara sumber penggerak perubahan seperti Menteri BUMN Dahlan Iskan, pendiri Indonesia Mengajar Anies Baswedan, pendiri Indonesia Setara Sandiaga Uno, pimpinan IBEKA Tri Mumpuni, pimpinan BCCF Ridwan Kamil serta pimpinan Telapak Fondation Silverius Oscar.

Selain itu hadir pula Joko Widodo (Wali Kota Solo), Pahala N Mansury (change management consultan) dan Lendo Novo (Pendiri Sekolah Rakyat).

Peserta IYCS yang terdiri dari speaker dan observer diseleksi ketat dari Aceh hingga Papua. Speaker adalah mereka yang telah melakukan perubahan nyata, berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Observer adalah mereka yang diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan selanjutnya, melanjutkan estafet perjuangan dengan cara masing-masing di berbagai bidang.

Selama dua hari peserta akan mendapatkan banyak hal dari mulai sesi keakraban dan networking, talking dan panelis. diskusi open space, bakti sosial dan sesi puncak "100 Mimpi Indonesia Bangkit" dan "Manifesto Sumpah Pemuda 2,0".

"Kegiatan IYCS 2012 ini diharapkan dapat menginspirasi pemuda lain untuk bertindak," kata Pendiri Indonesia Mengajar Anies Baswedan.

Menurut Anies, kegiatan dan gerakan perubahan pemuda itu harus mengalahkan aura pesimisme yang melanda negeri ini dengan memupuk dan membangkitkan energi positif yang akan terus berlipat ganda untuk membangun dan mengisi Indonesia sinergi.

"Mereka yang hadir di IYCS adalah mereka yang sudah berbuat dan bukan yang akan berbuat. Mereka sudah menghasilkan sesuatu untuk perubahan dan menjadi energi positif bagi Indonesia masa depan," kata Baswedan.

Ridwan Kamil yang juga pimpinan BCCF menyebutkan kegiatan itu sengaja digelar di Bandung karena semangat KAA digelorakan di Kota Kembang pada 1955.

Dengan semangat kebangkitan itu, para pemuda perubahan itu akan menggelar pertemuan sekaligus akan melahirkan komitment Sumpah Pemuda 2.0 yang akan dilakukan Minggu (12/2).

"Melalui kiprah mereka diharapkan para pemuda dapat menyuarakan pendapat, optimisme, merangkai mimpi bersama atas apa yang telah dilakukan yang berdampak positif juga disebarluaskan di Indonesia," kata Ridwan Kamil.



Pewarta:
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026