
PLTU Batang dukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat

Batang (ANTARA) - PT Bhimasena Power Indonesia selaku pengembang proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batang dengan kapasitas 2 x 1.000 MW mendukung kemajuan pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Presiden Direktur BPI Ryuta Sato di Batang, Kamis, mengatakan sebagai bentuk komitmen ini, pihaknya menandatangani nota kesepakatan dengan Pemkab Batang untuk menghibahkan alat pembuatan batako dan paving "fly ash dan bottom ash" (FABA).
"Penandatanganan nota kesepahaman pengelolaan dan pemanfaatan 'fly ash dan bottom ash' ini yang telah menjadi limbah non-B3 terdaftar ini berasal dari petunjuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar BPI bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Batang," katanya.
Menurut dia, penandatanganan nota kesepahaman pemanfaatan "fly ash dan bottom ash" ini akan tetap mengedepankan azas manfaat yang berwawasan lingkungan, memenuhi standar, dan persyaratan teknis dalam pengelolaan dan pemanfaatan FABA, serta memberikan kontribusi yang terbaik bagi kedua belah pihak dan masyarakat.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi pada Pemerintah Kabupaten Batang dan semua pihak yang telah mendukung program kerja sama pengelolaan dan pemanfaatan FABA ini," katanya.
Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki menyampaikan terima kasih pada BPI yang memberikan kepercayaan pada pemerintah daerah untuk turut serta dalam pengelolaan dan pemanfaatan FABA.
Untuk merealisasikan kerja sama tersebut, kata dia, Pemerintah Kabupaten Batang akan menunjuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka usaha.
"Semoga ini menjadi awal kerja sama yang baik di awal tahun 2023. Pemkab Batang melalui Perumda Aneka Usaha dapat memaksimalkan peluang usaha ini dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah," katanya.
Baca juga: Sengketa jasa pandu PLTU Batang, PN Pekalongan kabulkan gugatan PT Aquila
Pewarta : Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
