
Melalui Fortradnas, Aice dukung pelestarian olahraga tradisional nusantara
Selasa, 30 Agustus 2022 01:55 WIB

Semarang (ANTARA) -
Melalui Festival Olahraga Tradisional Nasional 2022, produsen es krim Aice Group mendukung langkah para pemangku kepentingan dalam melestarikan dan memajukan olahraga tradisional di Indonesia pascapandemi COVID-19.
Brand Manager dan Juru Bicara Aice Group Sylvana Zhong menjelaskan bahwa Aice memiliki DNA visi dan misi yang dekat dengan semangat dan pembudayaan olahraga.
Kolaborasi Aice dalam menyuarakan hidup sehat lewat olahraga dengan banyak pemangku kepentingan sudah dijalankan sejak beberapa tahun lalu.
"Kami sangat senang memiliki bisnis yang tumbuh bersama dengan kemajuan olahraga. Sportivitas yang dibawakan oleh olahraga dalam semangat juang, tekad dan kesatuan hati memberikan yang terbaik sejalan dengan filosofi usaha Aice. Kami mendukung pembudayaan olahraga tradisional yang dekat dengan hati dan kehidupan masyarakat sehari-hari," katanya.
Melalui Fortradnas yang telah digelar di Kota Surakarta pada 27-28 Agustus 2022 dan diikuti 19 delegasi provinsi Indonesia, Aice kembali menjalankan program pembudayaan olahraga yang mengakar dalam tradisi masyarakat.
Pada Fortradnas 2022, diperagakan permainan olahraga tradisional dari berbagai wilayah nusantara seperti gobak sodor, egrang, balap bakiak, hingga dagongan akan menjadi contoh olahraga yang ditampilan peserta.
"Olahraga tersebut sangatlah familiar bagi masyarakat seantero nusantara dan kami meyakini bahwa makin banyaknya pemangku kepentingan yang ikut melestarikan olahraga tradisional akan memberikan lebih banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat," ujarnya.
Dampak positif yang muncul cukuplah beragam, bukan hanya pada aspek fisik tapi juga hingga psikologis dan pembangunan karakter, serta perekonomian dari pariwisata yang menampilkannya.
"Mudah-mudahan event ini memberikan multiplier positif kepada industri wisata, kuliner, hingga prestasi olahraga itu sendiri," katanya.
Deputi 3 Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Raden Isnanta menambahkan bahwa perhelatan festival kali ini berbeda dengan Pekan Olahraga Tradisional yang mempertandingkan olahraga tradisional sebagai cabang olahraga prestasi.
"Yang menarik, Fortradnas lebih mengutamakan pengenalan olahraga tradisional asli dari berbagai daerah nusantara. Fokusnya adalah untuk mengali, melestarikan dan mengembangkan permainan olahraga tradisional yang banyak tersebar di tanah air," ujarnya.
Dirinya mengapresiasi dukungan Aice Group dalam pelaksanaan Fortradnas 2022, serta mengingatkan bahwa kekayaan budaya nusantara perlu disadari semua anak bangsa sebagai salah satu keunggulan Indonesia dalam memupuk prestasi olahraga nasionalnya.
"Kami meyakini dengan adanya pembudayaan olahraga di segala sendi kehidupan masyarakat termasuk dalam pelestarian olahraga tradisional, akan mendongkrak iklim dan kualitas pasokan calon atlet di masa depan," katanya.
Fortradnas ini menjadi upaya melestarikan dan mengembangkannyam sehingga harus menjadikan olahraga tradisional menjadi kecintaan anak-anak milenial.
"Syukur-syukur olahraga tradisional bisa diperkenalkan ke mancanegara, maka ini menjadi forum untuk kita bersama bangkitkan kembali olahraga tradisional," ujar Isnanta.
Dalam pelaksanaannya, penyelenggara memberikan batasan durasi waktu untuk kontingen menampilkan olahraga tradisionalnya.
Setiap delegasi mendapatkan waktu 13 menit dengan rincian tiga menit untuk persiapan penampilan, dan 10 menit untuk penampilan.
Pewarta: Wisnu A.N
Editor:
Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026
