Logo Header Antaranews Jateng

Rupiah diperkirakan tembus 15 ribu per dolar AS

Senin, 4 Juli 2022 10:16 WIB
Image Print
Ilustrasi: Tumpuan uang kertas rupiah di sebuah bank di Jakarta.( ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ss/mes/aa).

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan melemah, seiring turunnya imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan diperkirakan tembus di angka Rp15 ribu per dolar AS.

Pada pagi ini, rupiah bergerak melemah dua poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.945 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.943 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Senin, memperkirakan, hari ini rupiah akan bergerak melemah ke arah Rp14.980 per dolar AS hingga Rp15.000 per dolar AS dengan potensi support di level Rp14.900 per dolar AS.

Menurut dia, pemicunya karena sentimen resesi dan Federal Reserve (Fed) mengingat yield obligasi AS terlihat menurun drastis, yang artinya banyak pelaku pasar membeli obligasi AS beberapa hari belakangan ini untuk mengamankan nilai aset mereka. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sudah bergerak di bawah 3 persen yaitu di kisaran 2,88 persen.

Selain itu, lanjut Ariston, pelaku pasar juga masih mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga acuan AS yang agresif oleh bank sentral AS, The Fed.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah awal pekan melemah, dipicu turunnya imbal hasil obligasi AS



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026