Logo Header Antaranews Jateng

UMKM Salatiga apresiasi langkah KPCPEN pulihkan perekonomian

Sabtu, 15 Januari 2022 13:47 WIB
Image Print
Kegiatan "usAHA Borong Usaha" di Kota Salatiga, Jawa Tengah. (ANTARA/HO-Dok.usAHA Borong Usaha)

Salatiga (ANTARA) -

Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Salatiga, Jawa Tengah, mengapresiasi tindakan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto dalam menangani pandemi sekaligus pemulihan perekonomian.

"Saya berterima kasih ke pemerintah, khususnya Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto, penanganan pandemi Indonesia menurut saya luar biasa, dengan banyaknya vaksin yang digencarkan dan pedagang kecil atau UMKM seperti saya ini bisa bangkit," kata Ipung Effendi, pedagang Cendol Dawet Ireng khas Purworejo di Salatiga.

Hal itu disampaikan Ipung dalam kegiatan "usAHA Borong Usaha" yang dilakukan komunitas binaan Airlangga Hartarto.
"usAHA Borong Usaha" dimana tim akan berhenti di satu titik tempat berkumpulnya pedagang kaki lima dan memborong dagangannya untuk dibagikan pada masyarakat secara gratis.

Menurut dia, pandemi memberikan dampak yang luar biasa bagi dirinya yang mengalami penurunan pendapatan hingga 80 persen.
Sebelum pandemi, dirinya bisa mendapatkan omzet Rp2-3 juta, namun omzetnya turun menjadi hanya Rp700 ribu saja.

Seiring penanganan pandemi yang terus meningkat dari pemerintah, dirinya mengaku mulai ada peningkatan penjualan dagangannya.

"Dengan adanya program vaksin dan kasusnya terus menurun, penjualan saya secara grafik itu meningkat, ya meskipun gak seperti sebelum pandemi, tapi itu lumayanlah dibanding sebelum ada vaksin dan ketatnya pembatasan," ujar Ipung di Salatiga, Jumat (14/1)

Selain itu, Alfia (48), pedagang lotek juga merasakan hal yang sama dan menilai kebijakan yang dibuat pemerintah sangat membantu pedagang kecil dari segi penjualan.

"Menurut saya kebijakan pemerintah untuk penanganan pandemi ini sudah tepat, jadi UMKM kecil seperti saya bisa jualannya ramai lagi," katanya.

Ibu dari dua anak itu menuturkan, saat ini penjualannya mengalami peningkatan, meski belum seperti sebelum pandemi, namun dirinya bersyukur karena masih mendapatkan penghasilan dari berjualan.

Alfia bercerita, ketika awal pandemi dirinya pernah hanya membawa uang Rp50 ribu, bahkan pernah dagangannya tidak laku sama sekali, padahal sebelum pandemi bisa mendapatkan omzet yang lumayan.

"Dulu sebelum pandemi itu jualan sehari omzetnya bisa Rp1-1,5 juta, sekarang Rp400-600 ribu, ini juga sudah mendingan, dulu pas awal saya pernah gak laku sama sekali, pernah juga cuma bawa pulang uang Rp50 ribu dari hasil jualan," ujarnya.

Alfia pun berharap, ke depannya perekonomian Indonesia bisa terus membaik dan penanganan pandemi terus ditingkatkan agar varian baru Omicron tidak menjadi kendala bagi pelaku UMKM.

"Semoga kedepannya ekonomi Indonesia semakin membaik. Walaupun ada varian baru omicron, tapi saya yakin pemerintah dan yang bertugas menangani pandemi ini sudah bersiap untuk menekan penyebaran kasusnya, biar gak jadi kendala buat pedagang kecil," katanya.



Pewarta:
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026