
Kudus pertimbangkan tiru strategi Pemkot Kendari naikkan IPM

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mempertimbangkan meniru strategi diterapkan Pemerintah Kota Kendari, Sultra, dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini mencapai 86,36 dan masuk jajaran kota dengan IPM terbaik di Indonesia.
"Pemerintah daerah akan segera mendiskusikan dan mengkaji langkah-langkah strategis yang bisa diadopsi di Kabupaten Kudus. Tentunya keberhasilan Kota Kendari bisa diterapkan di Kudus," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris ditemui setelah menghadiri Musyawarah Cabang PKB DPC Kabupaten Kudus Tahun 2026 di Hotel Kenari Asri Kudus, Kamis.
Nantinya, Pemkab Kudus melakukan simulasi serta evaluasi terhadap berbagai aspek yang perlu ditingkatkan guna mendorong kenaikan IPM daerah. Saat ini, IPM Kabupaten Kudus masih berada di angka 77,9, terpaut cukup jauh dari capaian Kota Kendari.
Ia mengakui capaian IPM Kota Kendari tergolong luar biasa karena telah masuk kategori "sangat tinggi" (di atas 80). Keberhasilan tersebut didorong peningkatan kualitas di sektor kesehatan, pendidikan, serta standar hidup masyarakat.
"Kami juga sudah belajar dari angka lama sekolah, rata-rata lama sekolah, termasuk dari kesehatan maupun dari pendapatannya. Hal ini menjadi pembelajaran kita bagaimana bisa meningkatkan IPM kita di Kabupaten Kudus," ujarnya.
Menurut dia, capaian IPM juga menjadi salah satu indikator utama kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam bidang pendidikan.
Oleh karena itu, Pemkab Kudus juga dihadapkan pada sejumlah program prioritas yang harus dikawal, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis (CKG), program Tiga Juta Rumah, hingga Sekolah Rakyat.
Terkait dengan program Sekolah Rakyat, dia mengungkapkan Pemkab Kudus masih menghadapi kendala ketersediaan lahan. Dari persyaratan minimal lima hektare, saat ini lahan yang tersedia sekitar tiga hektare.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkab Kudus berharap dapat meningkatkan capaian IPM secara bertahap melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
