Kudus (ANTARA) -
Ia juga mendorong agar dibukanya fakultas kedokteran sehingga bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat di Kabupaten Kudus karena untuk bisa menjadi dokter tidak perlu kuliah hingga ke luar kota, tetapi cukup di Kudus.
Dengan hadirnya rumah sakit baru, diharapkan pelayanan kesehatan juga semakin baik dan tanggung jawab kesehatan tidak hanya dibebankan pemerintah karena swasta juga ikut ambil peran, seperti yang dilakukan oleh jajaran Muhammadiyah.
Ketua Panitia Pembangunan RS Sarkies Kudus Hilal Ariyadi mengungkapkan rumah sakit yang akan dibangun ini rencananya 10 lantai, namun untuk tahap pertama dibangun enam lantai dengan kapasitas 150 tempat tidur.
"RS tersebut nantinya tipe B Pendidikan," ujarnya.
Ia menyebut desain RS tergolong terbaru karena disesuaikan kondisi pandemi saat ini yang tersedia jalur masuk tersendiri untuk pasien infeksius dan tidak menjadi satu dengan pasien umum sehingga aman melayani pasien umum saat pandemi seperti sekarang ini.