24 tenaga klinis Puskesmas Batang positif COVID-19

id 24 tenaga klinis di Batang, COVID 19,positif,Jateng

24 tenaga klinis Puskesmas Batang positif COVID-19

Ilustrasi - Botol berisi vaksin EpiVacCorona untuk melawan penyakit virus corona (COVID-19), yang dikembangkan oleh lembaga penelitian negara bagian Vector berbasis di Novosibirsk di bawah layanan Rospotrebnadzor, tampak pada foto siar dari lokasi tak diketahui di Rusia. ANTARA FOTO/Rospotrebnadzor Federal Service for Surveillance on Consumer Rights Protection and Human Wellbeing/Handout via REUTERS/HP/djo (via REUTERS/Rospotrebnadzor)

Batang, Jateng (ANTARA) - Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Yuli Suryandaru menginformasikan sebanyak 24 tenaga klinis di empat puskesmas daerah itu dinyatakan positif COVID-19.

"Berdasar hasil tes usap, ada 24 tenaga klinis di empat puskesmas Kabupaten Batang terkonfirmasi positif COVID-19," katanya di Batang, Selasa.

Menurut dia, sebanyak 24 tenaga klinis di empat puskesmas tersebut berasal dari tenaga perawat, bidan, laboratorium, dan tenaga kesehatan.

Adapun langkah antisipasi terhadap penyebaran COVID-19 itu, kata dia, semua tenaga klinis dilakukan pelacakan tes usap.

"Selain itu, sebanyak 23 orang dari 24 tenaga klinis yang terpapar COVID-19 sudah melakukan isolasi mandiri dan satu orang dirawat di rumah sakit," kata Yuli Suryandaru.

Ia mengatakan untuk saat ini aktivitas pelayanan kesehatan pada masing-masing puskesmas itu ditutup sementara selama dua hari dan dilakukan penyemprotan dengan menggunaka disinfektan.

"Hingga per 20 Oktober 2020, jumlah orang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 557 orang, dirawat 131 orang, sembuh 384 orang dan meninggal dunia sebanyak 37 orang," katanya.

Bupati Batang Wihaji menegaskan bahwa guna mengantisipasi laju penyebaran COVID-19, masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, dan menghindari kerumunan.

"Pemkab tidak melarang warga beraktifvtas di tengah pandemi COVID-19 namun harus mematuhi protokol kesehatan," katanya.

Baca juga: Positif COVID-19 di Kudus tercatat 1.876 orang

Baca juga: Jumlah kasus positif COVID-19 di Boyolali bertambah 14 orang

 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar