UMS targetkan "World Class University" pada tahun 2029

id UMS, world class university

UMS targetkan "World Class University" pada tahun 2029

Penanaman pohon di Komplek Edutorium UMS. (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menargetkan predikat "World Class University" di tahun 2029 seiring dengan berbagai upaya yang dilakukan.

"Program studi kami yang terakreditasi A sudah 63 persen. Selain itu, tulisan jurnal bereputasi internasional sudah lebih dari 1.000 tulisan. Angka ini meningkat signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2017, yang saat itu masih di kisaran 240 tulisan," kata Rektor UMS Sofyan Anif di sela penanaman pohon dalam rangka menyambut Milad ke-62 di Edutorium UMS, Jumat.

Selain itu, katanya, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) berkualitas doktor dan banyaknya jumlah guru besar di perguruan tinggi tersebut juga menjadi nilai lebih untuk menuju "World Class University".

"Ini akan kami kembangkan terus. Sebulan lalu kami sudah tetapkan bahwa akan membangun kultur akreditasi internasional. Ini menjadi tugas seluruh pihak," katanya.

Dari sisi kualitas program studi di UMS, menurut dia, saat ini Teknik Elektro dan Teknik Kimia sudah berakreditasi internasional. "Oleh karena itu, empat tahun ini (sisa masa jabatan Sofyan Anif) kami melakukan penguatan reputasi internasional," katanya.

Sementara itu, rangkaian kegiatan milad ke-62 yang jatuh pada tanggal 27 Oktober 2020, akan disederhanakan mengingat pandemi COVID-19 belum usai.

"Untuk kegiatan yang lain adalah tanggal 24 Oktober akan ada laporan pertanggungjawaban rektor dan malamnya ada wayangan yang kami adakan secara 'climen' (sederhana) dengan dalang Ki Seno Nugroho," tuturnya.

Ia mengatakan milad kali ini juga dijadikan sebagai momentum untuk membangun kultur bersatunya dosen dan karyawan menjadi kekuatan untuk perkembangan UMS ke depan, termasuk membangun Muhammadiyah secara umum serta membangun peradaban dunia.

"Dulu ada kalimat kurang baik, UMS hanya milik pejabat. Ini saya balik, UMS milik kita semua, sampai tingkat bawah terlibat semua. Budaya ini sebagai kebiasaan untuk memberikan kontribusi kepada UMS, jangan ada kelompok-kelompok," katanya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar