Dua bocah tewas tenggelam akibat bermain di kolam resapan

id musibah tenggelam,dua bocah meninggal,berenang di kolam,kolam resapan air,Kabupaten Bekasi

Dua bocah tewas tenggelam akibat bermain di kolam resapan

Warga sekitar melakukan pencarian korban tenggelam di kolam resapan air Perumahan Cibarusah Jaya Permai, RT 003/08, Desa Cibarusah Jaya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Dua bocah Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat meninggal dunia akibat tenggelam saat bermain di kolam resapan air di Perumahan Cibarusah Jaya Permai, RT 003/08, Desa Cibarusah Jaya, Kecamatan Cibarusah.

Kapolsek Cibarusah AKP Sukarman di Cikarang, Selasa menjelaskan ada empat orang yang tenggelam di lokasi kejadian namun beruntung dua di antaranya berhasil diselamatkan.

Dua korban selamat diketahui bernama Umar (13) dan Sam (11) sementara korban meninggal dunia atas nama Yoga (9) dan Arfa (16).

Baca juga: Tim SAR gabungan temukan wisatawan yang hilang di Pantai Jetis

Kejadian naas itu bermula ketika korban bersama teman-temannya berenang di kolam resapan air pada Minggu (5/7). Tak lama berselang warga setempat mendengar teriakan meminta tolong.

"Korban teriak meminta tolong dan saksi yang mendengar mengatakan sumber suara berasal dari kolam tersebut," katanya.

Kemudian saksi mata bersama warga lain bergegas menuju ke kolam untuk menyelamatkan keempat anak tersebut dan berhasil menarik dua anak ke permukaan sementara dua lainnya sudah dalam kondisi tenggelam.

"Korban tenggelam ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah ditemukan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, tapi nyawa korban tidak terselamatkan karena meninggal dalam perjalanan," ucapnya.

Baca juga: Seorang wisatawan hilang terseret ombak di Pantai Jetis saat swafoto

Korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sementara pihak keluarga menyatakan ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah.

"Pihak keluarga tidak menuntut kepada pihak manapun dan menganggap kejadian ini sebagai musibah. Mereka juga menolak proses autopsi," ungkapnya.

Sukarman meminta para orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi putera-puterinya saat bermain sekaligus mengingatkan mereka untuk melarang anak bermain di area berbahaya.
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar