Logo Header Antaranews Jateng

Hendi perhitungkan secermat mungkin soal pengajuan PSBB

Senin, 20 April 2020 16:50 WIB
Image Print
Dokumentasi sejumlah petugas keamanan dari Dinas Pariwisata Semarang berjaga untuk memastikan tidak ada kerumunan massa atau kunjungan wisatawan guna mencegah penyebaran virus Corona di Kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/4/2020). ANTARA FOTO/Aji Styawan

Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, tidak ingin emosional dalam pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota Jawa Tengah ini berkaitan dengan pandemi COVID-19.

Wali kota yang akrab disapa Hendi ini di Semarang, Senin, meminta, wacana PSBB di Semarang diperhitungkan dengan cermat berkaitan dengan dampaknya.
"Persoalannya kalau hanya Semarang sendiri apakah nanti efektif," kata politikus PDI Perjuangan ini.

Menurut dia, setiap hari terdapat ribuan pekerja dari Kabupaten Kendal dan Demak yang masuk Semarang untuk bekerja.

Ia menjelaskan perhitungan yang harus dilakukan juga meliputi berapa lama perusahaan tempat mereka bekerja harus ditutup.

Baca juga: Ganjar instruksikan Wali Kota Semarang kaji penerapan PSBB

"Kalau kita tutup pabrik-pabrik itu kemudian dilakukan PSBB, katakanlah bisa clear. Ketika sesudah itu dibuka lagi, apakah akan menjadi persoalan lagi saat mereka kembali masuk," katanya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan ada pembahasan untuk daerah lain di sekitar Semarang juga dan dia menunggu petunjuk dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

"Kalau memang petunjuknya seperti, kami siap. Kalau memang ada hal-hal yang membuat kita lebih berdisiplin mengawasi masyarakat dan lain-lain, kami juga siap," katanya.

Baca juga: Tegal diizinkan PSBB, Ganjar minta Pemkot laporkan kesiapannya



Pewarta:
Editor: Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026