Pandemi COVID-19, pendapatan sektor wisata PTPN IX turun tajam

id Ptpn, pendapatan, penerimaan, turun, semarang

Pandemi COVID-19, pendapatan sektor wisata PTPN IX turun tajam

PTPN IX mendistribusian paket makanan beserta masker kepada para pekerja informal di Kota Semarang, Rabu. ANTARA/HO-PTPN IX

Semarang (ANTARA) - Penerimaan pendapatan khususnya dari sektor wisata yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX di tengah pandemi COVID-19 mengalami penurunan tajam hingga 70 persen.

Penurunan penerimaan pendapatan tersebut salah satunya karena adanya penutupan sementara wahana wisata agro di Kampoeng Kopi Banaran sejak 22 Maret 2020 untuk menekan penyebaran COVID-19.

Anak perusahaan holding perkebunan ini melakukan berbagai upaya preventif meminimalkan risiko penyebaran virus ke masyarakat salah satunya dengan membatasi operasional unit wisata agro yang dimiliki.

Baca juga: Pemkab Magelang perpanjang penutupan tempat wisata

''Ini sejalan dengan program physical/social distancing yang sedang digalakan oleh pemerintah,'' ujar Sekretaris Perusahaan PTPN IX Wahyudi di sela kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) pendistribusian paket makanan beserta masker kepada para pekerja informal di Kota Semarang, Rabu.

Untuk mensiasatinya, restoran tetap dibuka untuk melayani pesan antar makanan termasuk juga produk kopi dan layanan pesan antar tersebut cukup banyak dimanfaatkan masyarakat.

Dia menambahkan, kegiatan CSR tersebut sebagai bentuk komitmen membantu program pemerintah dalam menekan laju penyebaran COVID-19.

Adanya pandemi tersebut, lanjut Wahyudi, ikut memengaruhi pendapatan banyak pihak termasuk para pekerja informal dan melalui program CSR PTPN IX tersebut diharapkan bisa meringankan beban mereka.

''Total 300 paket makanan dan masker telah dibagikan dan tidak menutup kemungkinan kegiatan seperti itu akan dilakukan secara rutin hingga pandemi mereda,'' tambah Wahyudi.

Baca juga: PT TWC memperpanjang penutupan kawasan wisata candi
Baca juga: Seluruh objek wisata milik Pemkab Kudus ditutup sementara
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar