Pemkab Temanggung distribusikan 3.000 APD untuk tenaga medis

id covid temanggung,apd tenaga medis,covid 19,penanganan corona,virus corona,corona,covid 19,2019 ncov,novel coronavirus 20

Pemkab Temanggung distribusikan 3.000 APD untuk tenaga medis

Bupati Temanggung M. Al Khadziq mengatakan bahwa 3.000 alat pelindung diri untuk tenaga kesehatan sudah disalurkan ke rumah sakit dan puskesmas. ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Temanggung telah mendistribusikan 3.000 alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis di rumah sakit dan puskesmas yang bertugas menangani kasus COVID-19.

"Alat pelindung diri tersebut telah datang pada akhir Maret 2020 dan sudah dibagikan ke rumah sakit maupun puskesmas oleh Dinas Kesehatan," kata Bupati Temanggung M. Al Khadziq di Temanggung, Sabtu.

Ia mengatakan bahwa tambahan APD tersebut untuk sementara bisa mencukupi kebutuhan pelayanan kesehatan terkait penanggulangan penularan virus corona penyebab COVID-19.

Bupati mengatakan Pemerintah Kabupaten Temanggung juga menerima bantuan 90 alat tes cepat untuk mendeteksi infeksi virus corona, 20 unit untuk RSUD Temanggung serta 70 unit untuk puskesmas dan rumah sakit swasta.

"Jadi sekarang semua rapid test (tes cepat) tersebut untuk tenaga medis, sedangkan untuk masyarakat tergantung persediaan rapid test dari Dinkes provinsi. Kalau mencukupi kita lakukan, tetapi kalau tidak mencukupi tenaga medis yang kita dahulukan," katanya.

Di Temanggung saat ini tercatat ada tiga warga positif COVID-18, satu dirawat di RSUD Temanggung dan dua lainnya dirawat di rumah sakit di Magelang.

Bupati meminta warga mewaspadai penularan virus corona dam segera melapor ke Gugus Tugas Penanganan COVID-19 kalau mengetahui ada warga yang mengalami gejala sakit seperti demam, radang tenggorokan, sesak napas, dan batuk-batuk.

"Masyarakat saya imbau tetap saling menjaga jarak, tidak usah berkumpul-kumpul, pertemuan-pertemuan harus dihindarkan," katanya.

"Di seluruh Kabupaten Temanggung untuk setiap pendatang, baik itu pemudik maupun orang yang datang dari luar kota untuk dilakukan karantina di desa masing-masing selama 14 hari sebelum yang bersangkutan dibolehkan berinteraksi dengan masyarakat di desa tersebut guna mengantisipasi penularan virus corona," ia menambahkan.

Baca juga: KONI Kudus bantu APD bagi tim medis

Baca juga: Solusi Bangun Indonesia serahkan APD ke Pemkab Cilacap
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar