Solusi Bangun Indonesia serahkan APD ke Pemkab Cilacap

id solusi bangun indonesia,bantuan apd,pemkab cilacap,penanganan corona,virus corona,corona,covid 19,2019 ncov,novel corona

Solusi Bangun Indonesia serahkan  APD ke Pemkab Cilacap

General Manager PT Solusi Bangun Indonesia Pabrik Cilacap Edi Sarwono saat menyerahkan bantuan berupa APD kepada Sekretaris Daerah Cilacap Farid Ma'ruf Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Cilacap di Kantor Sekda Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (2/4/2020). ANTARA/HO-SBI Pabrik Cilacap

Purwokerto (ANTARA) - Perseroan Terbatas Solusi Bangun Indonesia Pabrik Cilacap menyerahkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sebagai upaya membantu penanganan COVID-19.

"Bantuan berupa APD tersebut telah kami serahkan kepada Pemkab Cilacap pada hari Kamis (2/4)," kata General Manager PT Solusi Bangun Indonesia Pabrik Cilacap Edi Sarwono dalam keterangan tertulis yang diterima di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat.

Menurut dia, bantuan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Cilacap Farid Ma'ruf selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Cilacap didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dian Setyabudi.

Baca juga: Ganjar borong 10.000 APD dari perusahaan garmen di Semarang

Ia mengatakan bantuan berupa masker bedah sebanyak 20 boks (1.000 helai), masker N95, dan baju Hazmat sebanyak 15 buah itu diprioritaskan bagi kalangan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap dan RSUD Majenang.

"Bantuan ini merupakan bantuan kedua yang kami salurkan ke pemerintah. Sebelumnya, kami juga menyalurkan bantuan ke pemerintah kecamatan dan puskesmas yang ada di sekitar operasional pabrik kami," jelasnya.

Lebih lanjut, Edi mengatakan dalam menghadapi perkembangan dan situasi saat ini, khususnya mengenai virus corona atau COVID-19, pihaknya terus memantau dan melakukan langkah-langkah kewaspadaan dan antisipasi terhadap masalah tersebut di semua kegiatan operasional termasuk karyawan, pelanggan, dan masyarakat sekitar sebagai upaya mencegah serta memutus rantai penyebaran atau paparan COVID-19.

Menurut dia, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk melalui Crisis Management Team telah melaksanakan protokol sesuai dengan ketentuan Business Continuity Management (BCM) di antaranya membuat pedoman mengenai pencegahan serta penanganan virus corona, baik di lingkungan kerja maupun di tempat tinggal.

Selain itu, kata dia, membentuk Crisis Management Team yang akan selalu memberi informasi terkini mengenai COVID-19 dan menginstruksikan seluruh karyawan, kontraktor, serta pemasok yang berada dalam area operasional maupun lingkungan di sekitarnya untuk melaksanakan physical distancing.

Saat dihubungi melalui saluran telepon, Sekda Cilacap Farid Ma'ruf menyampaikan terima kasih atas bantuan berupa APD dari PT Solusi Bangun Indonesia Pabrik Cilacap yang telah diserahkan pada hari Kamis (2/4).

"Alhamdulillah berbagai perusahaan, BUMD, BUMN, sudah peduli terhadap pencegahan virus corona. Kemarin (2/4) dari SBI (Solusi Bangun Indonesia) sudah membantu untuk APD, kemarin baru 15 baju Hazmat karena sedang pesan di Jakarta, belum jadi, sehingga nanti menyusul, ada masker juga," katanya.

Menurut dia, Bank Jateng juga menyalurkan bantuan sebesar Rp70 juta yang akan digunakan untuk membeli pelindung wajah sebanyak 100 buah dan diharapkan bisa tiba di Cilacap dalam lima hari ke depan sehingga dapat digunakan oleh para tenaga kesehatan.

"APD kan sulit banget didapatkan, sehingga kita buat sendiri 15.450 buah menggunakan bantuan dari Baznas sebesar Rp850 juta. Kita manfaatkan tenaga lokal yang ada di Cilacap dan Karangpucung, ada dua industri konveksi, sehari bisa 300 buah, sehingga sudah mulai bisa kita salurkan ke RSUD Cilacap, RSUD Majenang, dan puskesmas-puskesmas maupun rumah sakit swasta yang menangani PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sehingga tenaga medis bisa menggunakan APD yang layak," katanya.

Terkait dengan pantauan kasus COVID-19 di Kabupaten Cilacap, Farid mengatakan berdasarkan data per hari Jumat (3/4), tercatat sebanyak 45 PDP terdiri atas 15 PDP negatif COVID-19 dan 30 PDP masih menunggu hasil pemeriksaan swab serta ada tiga PDP yang meninggal dunia.

Selain itu, kata dia, di Kabupaten Cilacap juga ada dua kasus positif COVID-19, salah seorang di antaranya telah meninggal dunia. "Satu orang yang balita masih dirawat dan kondisinya membaik," jelasnya.

Baca juga: Bantuan APD senilai Rp1,5 miliar untuk tim medis di Kudus
Baca juga: APD untuk pekerja hasil rancangan dosen UNS ini gunakan alat sederhana
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar