9 pasien COVID-19 di Magelang sembuh

id kota magelang,pdp sembuh,penanganan corona,virus corona,corona,covid 19,2019 ncov,novel coronavirus 2019

9 pasien COVID-19 di Magelang sembuh

Kepala Dinas Kota Magelang Sri Harso. ANTARA/HO-Humas Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Sebanyak sembilan orang dari 14 pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Magelang, Jawa Tengah, dinyatakan sembuh dan sudah pulang, kata Kepala Dinas Kota Magelang, Sri Harso.

Sri Harso di Magelang, Rabu, menyebutkan dari sejumlah pasien sudah pulang tersebut, yakni RSUD Tidar Magelang sebanyak 6 orang, RST dr Soedjono 2 orang, dan RSJ dr Soeroyo Magelang 1 orang.

Baca juga: Empat pasien COVID-19 di Kota Semarang sembuh

Ia menyampaikan hal tersebut dalam video konferensi dengan sejumlah wartawan di Kota Magelang.

Ia menyebutkan berdasarkan laporan hingga pukul 12.00 WIB di Kota Magelang ada 168 orang dalam pemantauan (ODP), kemudian dari 14 PDP itu 9 pasien sudah pulang, 2 masih dirawat, dan 3 orang meninggal yang salah satunya positif COVID-19.

"Selama 24 jam ini keadaan statis, mudah-mudahan keadaan ini bisa lebih baik di hari kemudian," katanya.

Baca juga: Update COVID-19: 81 sembuh, 1.528 kasus positif dan 136 meninggal di Indonesia

Menyinggung penyediaan alat pelindung diri (APD), dia mengatakan Dinkes Kota Magelang terus berusaha sekuat mungkin untuk mencukupi, baik dari donatur, membeli sendiri, dan bantuan dari provinsi.

"Hari ini datang lagi sekitar 40 APD di Dinkes dan langsung didistribusikan ke rumah sakit dan puskesmas. Kemarin datang 400 APD juga langsung diberikan ke puskesmas dan rumah sakit," katanya.

Ia menuturkan besok juga ada bantuan dari donatur di Jakarta sekitar 300 APD, kemudian donatur dari Yogyakarta juga menyanggupi menyediakan 400 APD yang mudah-mudahan Sabtu (4/4) dikirim 240 APD dan sisanya minggu depan.

"Tadi malam saya juga dapat WA dari teman DPR juga menawarkan 100 APD kemungkinan minggu depan juga akan datang. Alhamdulillah dari hari ke hari APD cukup walaupun tidak standar, standarnya sekitar 90 persen dari pada tidak, karena yang standar itu produk impor yang barangnya terbatas," katanya.

Baca juga: 10 pasien positif COVID-19 di Kota Depok sembuh
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar