Ganjar prioritaskan ODP jalani rapid test

id Ganjar, rapid tes, Covid 19,penanganan corona,virus corona,corona,covid 19,2019 ncov,novel coronavirus 2019

Ganjar prioritaskan ODP jalani rapid test

Ganjar Pranowo saat memberikan keterangan kepada wartawan. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemerintah memprioritaskan orang dalam pemantauan (ODP) untuk menjalani rapid test pada kasus pandemi COVID-19.

"Rapid test sampai sekarang belum ada. Mesti hati-hati betul rapid test yang mana terverifikasi oleh Kemenkes, diprioritaskan ke siapa. Kan kalau kita ke ODP dulu," katanya di Solo, Kamis.

Ia mengatakan pengetesan yang dilakukan secara terus-menerus ini akan menjadi prioritas pemerintah.

Baca juga: Kemenkes tunjuk B2P2VRP Salatiga jadi laboratorium COVID-19 di Jateng

Mengenai para perantau dari Jawa Tengah yang ada di Jakarta, dikatakannya, saat ini sudah banyak yang pulang kampung. Terkait hal itu, pihaknya sudah mengerahkan pemangku pemerintah untuk melakukan pengecekan.

"Kami kerahkan satu-pe rsatu. Tenaga kesehatan, kades, dan terminal dikontrol. TNI/Polri juga melakukan pengecekan," katanya.

Meski demikian, dikatakannya, bagi yang ingin mudik ke Jawa Tengah pada Lebaran mendatang agar mengurungkan rencana tersebut.

"Kalau boleh minta sebaiknya yang di Jakarta tetap di Jakarta. Tidak usah mudik sehingga sama-sama saling menjaga kesehatan masing-masing," katanya.

Sementara itu, pihaknya akan menambah gerakan dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan. Ia mengatakan melalui Dirjen Pendidikan Tinggi, pemerintah akan melibatkan mahasiswa untuk upaya promotif dan preventif.

Baca juga: GP Ansor Jateng minta pemerintah buka data sebaran COVID-19

Disinggung mengenai efektivitas upaya "social distancing", dikatakannya, sebetulnya akan efektif selama dilakukan secara disiplin.

"Kalau dilakukan disiplin cukup banget, masalahnya kan disiplin kurang. Maka TNI/Polri turun. Ayo semuanya jangan berkumpul. Dalam hal ini penting masyarakat mengamankan diri, termasuk tokoh agama kami minta bagaimana cara beribadah yang nyaman, tidak terganggu. Tetap dilaksanakan tapi tanpa ada kerumunan. Harus lebih masif dan tegas lagi," katanya.

Baca juga: Jubir Pemerintah: Harus jaga jarak karena tak semua kasus COVID-19 memiliki gejala
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar