RSUD Batang tangani empat PDP di ruang isolasi

id 4 PDP, di Batang,penanganan corona,virus corona,corona,covid 19,2019 ncov,novel coronavirus 2019

RSUD Batang tangani empat PDP di ruang isolasi

Bupati Batamg Wihaji memimpin rapat kordinasi pencegahan dan penanganan covid-19 di Rumah Dinas Bupati, Minggu (22/3/2020). (ANTARA/HO/Dok. Humas Kabupaten Batang)

Batang (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah Kalisari Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengisolasi empat pasien dalam pengawasan COVID-19,' kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Muchlasin.

"Ada empat orang berstatus PDP. Mereka sudah dilakukan isolasi dan mendapat perawatan intensif," katanya saat Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Batang, Minggu.

Muchlasin menjelaskan sebanyak 4 orang tersebut pada awalnya masuk dalam daftar orang dalam pantauan (ODP) namun kini statusnya masuk PDP.

Adapun usia, 4 orang PDP tersebut, kata dia, yaitu termuda 19 tahun dan tertua 40 tahun terdiri atas 2 pasien laki-laki dan 2 pasien perempuan.

Baca juga: Pemkab Banyumas sisir riwayat perjalanan pasien positif COVID-19
Baca juga: Bertambah dua, kasus positif COVID-19 di Jateng menjadi 14


Ia mengatakan saat ini jumlah orang berstatus ODP terus menurun yaitu semula sebanyak 39 orang kini menjadi 14 orang. Kondisi mereka semakin membaik dan dinyatakan sudah selesai dalam pantauan.

"Oleh karena itu, kami minta masyarakat terus waspada terhadap penyebaran virus corona dengan berpola hidup sehat dan bersih, namun tidak perlu panik," katanya.

Pemerintah Kabupaten Batang terus melakukan pencegahan pandemi  COVID-19 antara lain menggencarkan sosialisasi sampai ke tingkat rukun tetangga (RT) agar sering cuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, konsumsi gizi seimbang, perbanyak makan sayur dan buah.

Bupati Batang Wihaji mengatakan langkah pemkab dalam upaya pencegahan virus corona secara masif dan terstruktur karena virus itu harus diantisipasi secara serius namun masyarakat tidak harus panik.

"Saya minta masyarakat harus terlibat (antisipasi pencegahan) karena jika hanya mengandalkan pemkab maka tidak akan cukup mengingat adanya keterbatasan jumlah pegawai dan anggaran. Oleh karena, perlu solidaritas gerakan bersama mencegah COVID-19," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar