Stasiun Geofisika pantau kondisi peringatan dini tsunami di Cilacap

id Uji coba ews,Stasiun geofisika banjarnegara

Stasiun Geofisika pantau kondisi peringatan  dini tsunami di Cilacap

Ilustrasi : Kendaraan melintas di depan tower peralatan Sirine Tsunami atau Early Sistem Tsunami (EWS) di kawasan pesisir Desa Kajhu, Aceh Besar, Aceh, Rabu (15/10). Perangkat Sistem Peringatan Dini Tsunami itu akan dioperasikan di enam lokasi pada silumasi tsunami tanggal 26 Oktober 2014 sejaligus dalam rangka peringatah 10 tahun tsunami, sehingga warga diberitahukan agarĀ  tidak panik. ANTARAACEH.COM/Ampelsa/14

Banjarnegara (ANTARA) - Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) melakukan pemantauan terhadap kondisi alat peringatan dini tsunami di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah guna memastikan sirine di lokasi tersebut berjalan baik.

"Tim kami bersama BPBD setempat baru saja melakukan uji coba alat peringatan dini tsunami di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dan hasilnya sangat baik," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi di Banjarnegara, Minggu.
 

Ia menjelaskan, lokasi uji coba sirine dilakukan di Kantor Kelurahan Tegal Kamulyan, Kabupaten Cilacap dan BTS Telkomsel di Kelurahan Jetis Kabupaten Cilacap.

Ia menjelaskan, sirine di Tegal Kamulyan berbunyi sesuai dengan protokol sirine dan "voice" sesuai yang telah ditetapkan

pada pukul 10.10 waktu setempat.

"Sirine dan 'voice' berhasil dilakukan uji coba dengan pengendali regional berbunyi baik pada pukul 10.10 waktu setempat selama 60 detik dengan pengulangan sebanyak tiga kali voice dan tiga kali sirine," katanya.

Kendati demikian, sirine di BTS Telkomsel Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu saat dilakukan uji coba pada pukul 10.00 WIB sempat tidak berbunyi namun pada saat ini telah ditindaklanjuti dan sudah berhasil berbunyi.
 

"Alat deteksi tsunami di Jetis, pada saat uji coba sempat tidak berbunyi namun tim kami langsung menindaklanjuti dan pada saat ini sudah berhasil berbunyi baik dari pengendali maupun manual," katanya.
 

Ia mengatakan kegiatan rutin tersebut dilakukan untuk memastikan perangkat yang ada dapat dioperasikan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.
 

"BMKG ingin memastikan bahwa seluruh perangkat peringatan dini tsunami dalam kondisi baik dan dapat beroperasi dengan baik kapanpun dibutuhkan," katanya.
 

Dia juga mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi atau upaya pengurangan risiko bencana tsunami.
 

"Ini dilakukan dalam rangka pengurangan risiko bencana gempa dan juga tsunami di wilayah sekitar," katanya.
 

Ia juga menambahkan berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan hari ini dapat disimpulkan bahwa alat peringatan dini tsunami di Kabupaten Cilacap dalam kondisi baik.
 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar