Korban puting beliung terima bantuan Pemkab Batang

id Bupati Batang, korban bencana,korban puting beliung

Korban puting beliung terima bantuan Pemkab Batang

Bupati Batang Wihaji menyerahkan bantuan dana perbaikan bangunan warung yang diterjang puting beliung pada lima pemilik warung.ANTARA/Kutnadi

Batang (ANTARA) - Bupati Batang Wihaji menyerahkan bantuan berupa sembako dan dana perbaikan bangunan warung yang porak-poranda kepada lima pemilik warung di objek wisata Pantai Celong, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang menjadi korban angin puting beliung.

"Sebanyak lima warung yang roboh tersapu angin puting beliung pada Jumat (10/1) sehingga kami hadir ke sini (Pantai Celong) sekadar memberikan sedikit bantuan untuk meringankan beban para korban bencana," kata Bupati Wihaji, di Batang, Jawa Tengah, Senin.

Ia mengatakan pemkab mengapresiasi terhadap para relawan bencana, Palang Merah Indonesia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polri, dan TNI yang sigap membantu mengevakuasi dan melakukan kegiatan membersihkan sisa puing bangunan warung.

Baca juga: Lima warung runtuh diterjang puting beliung di Batang

"Saya sudah perintahkan, apapun yang terjadi dengan bencana, agar BPBD dan instansi lainnya cepat melakukan tindakan antisipasi, dan recovery," pintanya.

Pada kesempatan itu, Wihaji juga menyampaikan instansi terkait terus memberikan pemahaman antisipasi untuk meminimalisasi berulangnya bencana, meski hal tersebut karena faktor alam.

Ia mengatakan Pantai Celong sangat berpotensi menjadi unggulan wisata di wilayah setempat sehingga pemkab sudah mengusulkan pada pemerintah sebagai lokasi tempat istirahat (rest area) jalur tol berbasis "transit oriented development) yang berada di KM. 360 Tol Semarang-Batang.

"Saya optimitis (nantinya Pantai Celong) ramai karena posisi obyek wisata itu akan diintegrasikan dengan rest area TOD," katanya.

Menurut dia, Pantai Celong merupakan peninggalan pemerintahan zaman Balanda yang sampai sekarang tidak pernah terjadi rob dan tingkat kedalaman laut pun tidak pernah berubah.

"Pantai Celong menyuguhkan keindahan alamnya yang menurut sejarahnya sebagai pelabuhan pendaratan masa zaman penjajahan," katanya.*

Baca juga: Solo diterjang puting beliung sejumlah pohon tumbang

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar