Borobudur Marathon perlu diorbitkan jadi event lari dunia

id Borobudur Marathon, orbit lari dunia

Borobudur Marathon perlu diorbitkan jadi event lari dunia

Dirut Bank Jateng Supriyatno (kiri), Ketua Yayasan BorMar Liem Chie An, Penyelenggara Budiman Tanurejo, Kepala Disporapar Jateng Sinoeng Nugroho Rachmadi. Dok. BorMar 2019.

Direktur Utama Bank Jateng Supriyanto (kiri) bersama panitia penyelenggara Borobudur Marathon 2019
Magelang (ANTARA) - Berbagai pihak memberikan komitmennya untuk terus mendorong event Borobudur Marathon terus bergulir dan menjadi kebanggaan bukan hanya untuk Jawa Tengah, melainkan Indonesia.

Bahkan, sejumlah pihak menyatakan siap nyengkuyung (menopang) agar Borobudur Marathon melesat ke orbit lari dunia.

Bank Jateng sebagai sponsor utama kegiatan itu, secara tegas berkomitmen untuk mengawal lomba lari internasional karena selama kini mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

‘’Selama kami dipercaya, tentu saja kami sebagai bank-nya wong Jateng tetap berkomitmen membantu penyelenggaraan Borobudur Marathon. Event ini telah menggerakkan ekonomi rakyat melalui UMKM dan homestay. Ke depan, kami ingin Borobudur Marathon bukan  lagi sebagai idealisme Bank Jateng tapi juga menjadikan even ini sebagai kebanggaan nasional, dan diakui dunia,’’ kata Dirut Bank Jateng Supriyatno dalam konferensi pers jelang pelaksanaan Boobudur Marathon 2019 di Hotel Artos, Magelang, Sabtu (16/11).

Sebanyak 10.900 pelari bersaing di BorMar  yang dilepas Minggu (17/11)  pagi dari Taman Lumbini Candi Borobudur.

Peserta dibagi menjadi tiga kategori yaitu 10 K, half marathon, dan full marathon. Sebelum pelaksanaan lomba, pada Sabtu (16/11)  diadakan Friendship Run, lomba lari santai yang dimeriahkan oleh komunitas lari, unsur pemerintah, sponsor dan keluarga pelari.


Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jateng Sinoeng N. Rachmadi juga melihat Borobudur Marathon sangat layak didukung karena menciptakan dampak ikutan dari berbagai sisi.

‘’Saya tak setuju dengan istilah perekonomian menggeliat karena identik dengan statis. Tapi Borobudur Marathon telah menumbuhkan perekonomian warga. Terus tumbuh, dan tumbuh terus. Perputaran uang yang dibelanjakan juga naik secara signifikan di Borobudur Marathon ,’’ kata Sinoeng.

Butuh Dukungan

Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An juga mengakui, tanpa kolaborasi bersama semua elemen, BorMar tidak bisa berkembang. Ke depan, dia ingin mendapat dukungan  agar lebih baik lagi.

 ’’Kami berterima kasih kepada pemprov, penyelenggara, Bank Jateng, sponsor, media, masyarakat, keamanan, Dinas Kesehatan, peserta yang turut bekerja membesarkan Borobudur Marathon,’’ tambahnya.

Pada kesempatan itu, Chien An bermimpi entah kapan, Borobudur Marathon setara dengan Tokyo atau  London Marathon yang hanya menggelar  satu nomor saja yaitu maraton.

‘’Butuh persiapan yang matang, mungkin satu-dua tahun ini belum. Tapi angan-angan saja, hanya satu nomor maraton,’’ ujar pria yang akrab dipanggil King Kong tersebut.

Budiman Tanuredjo dari penyelenggara, meminta peserta untuk mengukur diri sebelum lomba. Best personal atau catatan waktu pribadi itu penting, tapi keselamatan jiwa lebih penting.

Andreas Kansil selaku Direktur Lomba BorMar menyatakan bahwa rute Borobudur Marayhon masih sama.

Pihaknya juga telah mengantisipasi keselamatan peserta dengan memperbanyak water station dan fruit station.

‘’Kami mendatangkan  medical director yang berasal dari ahli olah raga lari di event ini,’’ ujar Andreas.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar