Jumlah wisatawan ke Solo sejak 2015 terus meningkat

id Pariwisata solo

Jumlah wisatawan ke Solo sejak 2015 terus meningkat

Ilustrasi-Pura Mangkunegaran menjadi salah satu unggulan wisata Kota Solo. Seiring dengan optimalisasi promosi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata, jumlah wisatawan baik asing maupun domestik terus meningkat (Foto: ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Jumlah wisatawan yang melakukan kunjungan ke Kota Solo terus meningkat seiring dengan upaya promosi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kota Surakarta.

"Dari tahun 2015 jumlah wisatawan terus meningkat," kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Surakarta Wahyu Kristina di Solo, Senin.

Dinas Pariwisata mencatat jumlah wisatawan pada tahun 2015 sebanyak 4.142.785 wisatawan, dengan rincian 36.546 wisatawan mancanegara dan 4.106.239 merupakan wisatawan domestik.

Selanjutnya, pada tahun 2016 jumlah wisatawan secara keseluruhan mencapai 4.395.550 wisatawan dengan rincian sebanyak 33.682 wisatawan asing dan 4.361.868 wisatawan domestik.

Ia mengatakan pada tahun 2017 jumlah wisatawan kembali meningkat menjadi 4.503.245 wisatawan yang terdiri dari 34.423 wisatawan asing dan 4.468.822 wisatawan domestik. Untuk tahun 2018 terdapat 4.695.820 wisatawan yang terdiri 38.537 wisatawan asing dan 4.657.283 wisatawan domestik.

"Kalau untuk tahun ini dari awal tahun sampai dengan bulan September 2019 jumlah wisatawan sudah mencapai 3.665.811 wisatawan, 22.934 di antaranya merupakan wisatawan asing dan 3.642.877 wisatawan domestik," katanya.

Baca juga: Tingkatkan jumlah wisatawan, Ganjar dorong penerbangan internasional ke Jateng diperbanyak

Ia mengatakan peningkatan jumlah wisatawan tersebut tidak lepas dari upaya promosi melalui media sosial yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kota Surakarta.

Menurut dia, sesuai dengan analisa pasar pariwisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata media promosi pariwisata yang paling banyak diakses wisatawan baik mancanegara maupun domestik adalah media digital.

"Media promosi yang paling banyak digunakan adalah media sosial sebanyak 51,7 persen. Sisanya dari mulut ke mulut, internet, media elektronik, media cetak, brosur destinasi, Dinas Pariwisata, dan travel agent," katanya.

Melihat hasil analisa tersebut, pihaknya berupaya memaksimalkan tim cyber untuk promosi. Ia mengatakan untuk media sosial ada 10 akun yang dilibatkan oleh Dinas Pariwisata untuk menyebarluaskan informasi tentang wisata.

Baca juga: Tingkatkan wisatawan, Jateng kembali gelar BTMX 2019
Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar