Pengemasan rokok ilegal di Kudus sering ditemukan di rumah warga

id kppbc kudus, bea cukai, sering menemukan, pengemasan rokok ilegal, di rumah warga

Pengemasan rokok ilegal di Kudus sering ditemukan di rumah warga

Ilustrasi rumah warga di Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang dipakai sebagai tempat pengemasan rokok ilegal. Dokumentasi

Kudus (ANTARA) - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus, Jawa Tengah, berulang kali mengungkap kasus pelanggaran rokok ilegal yang memanfaatkan rumah warga sebagai tempat untuk pengemasan rokoknya hingga siap diedarkan dengan tujuan untuk mengelabuhi petugas.

"Selama ini memang sering kali ditemukan produksi rokok ilegal memanfaatkan bangunan tempat tinggal rumah warga, termasuk pengungkapan kasus rokok ilegal terbaru juga memanfaatkan rumah warga," kata Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Kudus, Dwi Prasetyo Rini, di Kudus, Jumat.

Ia berharap, penegakan aturan soal pemberantasan rokok ilegal serta sosialisasi dari pemerintah daerah dapat menekan angka kasus ini.

Baca juga: Tarif cukai naik, Bea Cukai Jateng-DIY siap tindak rokok ilegal

Setiap ada peredaran rokok ilegal, maka negara dirugikan karena tidak membayar cukai, pajak pertambahan nilai (PPN) hasil tembakau, dan pajak rokok.

Misal, kasus pengungkapan rokok ilegal di Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, pada Rabu (18/9), di mana ditemukan 200.600 batang rokok ilegal.

Setelah dilakukan penghitungan di tempat itu, maka potensi kerugian negaranya mencapai Rp94,7 juta. Adapun nilai rokok yang berhasil disita petugas sekitar Rp143,43 juta.

Meskipun penindakan terhadap pelanggaran pita cukai rokok di Kabupaten Jepara berulang kali digelar, ternyata masih saja ditemukan kasus pelanggaran serupa.

Juga baca: BC yakini kenaikan cukai tidak tingkatkan peredaran rokok ilegal

Juga baca: KPPBC Kudus kembali ungkap rokok ilegal dari Kabupaten Jepara

Juga baca: Peredaran rokok ilegal di Aceh Barat masih marak
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar