Status Tangkuban Parahu naik ke Level 2 Waspada

id Tangkuban Parahu, waspada, erupsi

Status Tangkuban Parahu naik ke Level 2 Waspada

Gunung Tangkuban Parahu

Bandung (ANTARA) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikan status level Gunung Tangkuban Parahu menjadi level dua (waspada) setelah sejak Kamis (1/8) terjadi peningkatan aktifitas vulkanik yang signifikan.

"Karena ada peningkatan ancaman, maka hari ini tanggal 2 Agustus mulai jam 8 pagi ini, Gunung Tangkuban Parahu dinyatakan statusnya naik dari Level 1 Normal menjadi Level 2 Waspada, dengan rekomendasi ancaman daerah bahaya sejauh 1,5 km," kata Kepala PVMBG, Kasbani di Gedung Badan Geologi PVMBG, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat.

Sebelumnya berdasarkan pengamatan PVMBG, sejak Kamis (1/8) malam terjadi sedikitnya empat kali erupsi yang dimulai pukul 20.46 WIB. Dengan adanya peningkatan tersebut, Gunung Tangkuban Parahu memiliki potensi erupsi kembali.

Sejauh ini, kata dia, erupsi tersebut masih bersifat erupsi freatik dengan pelepasan uap air yang dapat menyebarkan abu vulkanik.

Baca juga: 30 truk disiapkan angkut abu vulkanik Tangkuban Perahu

"Sebaran abu masih ada di sekitaran puncak di daerah kawah, tentunya untuk antisipasi masyarakat harus menyiapkan masker jika ada abu vulkanik," kata Kasbani.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung api Tangkuban Parahu, sedikitnya ada empat kali erupsi dengan ketinggian kolom abu 100 meter dari dasar kawah. Sejumlah erupsi tersebut terekam oleh seismograf memiliki amplitudo mencapai 50 milimeter dengan durasi hingga dua jam.

Maka dari itu, masyarakat di sekitar, pengunjung, wisatawan, pendaki dilarang mendekati kawah yang ada di puncak Gunung Tangkuban Parahu dalam radius 500m dari kawah aktif atau sekitaran sepanjang area parkir bibir kawah dan tempat berdagang.

Selain itu masyarakat diimbau tidak berlama-lama berada di sekitar kawah aktif Gunung Tangkuban Parahu agar terhindar dari paparan gas yang dapat berdampak bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.
 

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar