BPJS Ketenagakerjaan jadi tuan rumah AWCF 2019

id bpjs ketenagakerjaan,tuan rumah, awcf,2019

BPJS Ketenagakerjaan jadi tuan rumah AWCF 2019

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto selaku Chairman AWCF ke-3 periode 2016-2018 pada kegiatan Asian Workers Compensation Forum (AWCF) yang digelar di Laguna Hotel & Resort, Nusa Dua, Bali (22/1). (Foto: Humas BPJS Ketenagakerjaan)

Semarang (Antaranews Jateng) - BPJS Ketenagakerjaan berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggara Asian Workers Compensation Forum (AWCF) yang digelar untuk mengumpulkan lembaga-lembaga jaminan sosial di Asia serta mendiskusikan kebutuhan jaminan sosial masyarakatnya.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto selaku Chairman AWCF ke-3 periode 2016-2018 menjelaskan AWCF merupakan organisasi internasional yang concern terhadap penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya terkait kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. 

Kegiatan yang berlangsung di Laguna Hotel & Resort, Nusa Dua, Bali, Selasa (22/1) tersebut dihadiri 100 orang peserta dari institusi-institusi jaminan sosial ketenagakerjaan di Asia dan terbuka umum bagi mereka yang tertarik dengan perkembangan jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Fokus pertemuan kali ini membahas tren pengembangan perlindungan kecelakaan kerja di tengah kondisi revolusi industri 4.0 yang sedang terjadi. Hadirnya para pakar dan praktisi kesehatan kerja tentunya lebih memberikan pencerahan kepada para audiens yang hadir dalam menghadapi revolusi dalam industri," katanya.

Sejumlah narasumber yang hadir antara lain perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI Haiyani Rumondang dan Lena Kurniawati, Bappenas, Bimo Wijayanto dari Kantor Staf Kepresidenan, serta narasumber dari luar negeri Datin Azlaily Abd Rahman (Malaysia) yang merupakan representasi dari International Sosial Security Association (ISSA), Markus Ruck (Jerman) mewakili ILO, dan Nobuaki Fujii (Jepang) dari JICA. 

Turut hadir para direksi BPJS Ketenagakerjaan serta sejumlah narasumber terkait kesehatan kerja Dr. dr Dewi S Soemarko MS., SpOK dari Universitas Indonesia, dan Dr Erdy Techrisna Satyadi, MARS., MKK sebagai expert dalam bidang kesehatan kerja dari IDKI.

"Kami akan terus berupaya mendorong segala sesuatu yang terkait dengan pemberian manfaat, seperti dari sisi regulasi. Hadirnya lembaga-lembaga jaminan sosial Asia ini menjadi tonggak penting lahirnya inovasi-inovasi yang tentunya akan menguntungkan masyarakat, khususnya pekerja," katanya.

AWCF pertama kali berdiri pada tahun 2012 dimana para anggotanya terdiri dari 13 institusi penyelenggara jaminan sosial dari 10 negara di Asia. 

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemilihan Chairman ke-4 AWCF periode 2018-2020. Setiap dua tahun sekali diadakan pemilihan Chairman AWCF dengan kandidat dari institusi-institusi jaminan sosial ketenagakerjaan di Asia.

"Semoga melalui kegiatan yang kami lakukan ini dapat mendorong lembaga jaminan sosial ketenagakerjaan di Asia untuk bergabung kedalam forum AWCF, sehingga organisasi ini menjadi lebih besar dan berkembang serta memberi manfaat yang lebih luas ke depannya," kata Agus.

Agus menambahkan bahwa menduduki jabatan di bidang jaminan sosial bukan selalu berkaitan dengan menciptakan inovasi dan memberikan masukan atas regulasi, namun bagaimana sebagai individu peka terhadap isu-isu sosial yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengajukan atau memberi masukan terhadap regulasi.

"Sebagai lembaga yang memberikan perlindungan bagi Pekerja Indonesia tentunya kegiatan hari ini merupakan sumbangsih kita kepada masyarakat Asia untuk memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Semoga apa yang dibahas hari ini memberikan semangat baru dan harapan yang lebih baik bagi pelaksanaan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ke depannya," demikian Agus Susanto.
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar