Bekas pabrik gula Brebes bakal jadi "rest area" terindah, kata Ganjar

id rest area bekas pabrik gula

Bekas pabrik gula Brebes bakal jadi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau pembangunan "rest area" KM 260 B di bekas Pabrik Gula Banjaratma, Kabupaten Brebes, Rabj (16/1). (Foto: Wisnu Adhi)

Brebes (Antaranews Jateng) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut bekas Pabrik Gula Banjaratma, Kabupaten Brebes, akan menjadi "rest area" atau tempat istirahat dan pelayanan (TIP) jalan tol yang terindah di Indonesia.
 
"Bangunan yang termasuk cagar budaya ini akan jadi 'the best rest area' dan secara arsitektur akan jadi De Tjolomadoe kedua, bahkan tidak sekadar 'rest area', ini juga akan jadi destinasi wisata," kata Ganjar saat meninjau proses pembangunan TIP KM 260 B ruas jalan tol Pejagan-Pemalang, Kabupaten Brebes, Rabu.
 
Ganjar optimistis dengan keunggulan arsitektur zaman Belanda yang masih dipertahankan keasliannya dan perpaduan berbagai jenis kuliner serta produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada bangunan cagar budaya tersebut akan mampu menarik minat pengendara untuk singgah.
 
Kendati demikian, Ganjar mengakui dalam merenovasi bangunan cagar budaya memang tidak gampang karena harus taat pada nilai-nilai sejarah, salah satunya tidak boleh mengubah nilai artistik dan esensi awal bangunan.
 
TIP KM 260 B ini akan jadi "rest area" tipe A yang berarti akan memiliki sejumlah fasilitas seperti SPBU, masjid, bengkel, klinik kesehatan, parkir kendaraan kecil dan besar.
 
Di dalam TIP dibangun puluhan gerai dengan berbagai ukuran yang menempati areal seluas 5 hektare, sedangkan luas keseluruhan TIP KM 260 B mencapai 11 hektare.
 
"Akan ada 70 persen UMKM di sini, sisanya produk lain. Kita berharap produk-produk Brebes dan sekitarnya bisa masuk, kalau dulu ada yang bilang 'Pak karena jalan tol tidak ada lagi yang beli telur asin' nah sekarang saatnya. Insya Allah sebelum lebaran tahun ini selesai," ujarnya.
 
Politikus PDI Perjuangan itu berharap setelah proses pembangunan TIP KM 260 B selesai dilaksanakan akan ada berbagai kegiatan yang menarik bagi banyak orang seperti membatik atau membuat masakan dengan berbahan dasar telur asin.
 
Dalam tinjauannya di bekas PG Banjaratma tersebut, Ganjar menyempatkan berkeliling bangunan dan melihat langsung beberapa ruang dan peralatan, mulai dari tungku, mesin "roda gila" serta lorong-lorong untuk menghasilkan uap, mengingat pabrik gula ini dulunya menggunakan teknologi uap air bukan pembakaran kayu maupun batubara.
 
Site Engineer Manager Janu Widayatno mengatakan proyek ini merupakan percontohan konsorsium BUMN untuk pengembangan UMKM di daerah sekitar jalur tol.
 
"'Rest area' ini akan dikelola PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Sinergi proyek ini antara Jasa Marga, Waskita Tol Road, Pembangunan Perumahan Properti, RNI dan PPI serta PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sebagai pemilik lahan," katanya.
 
Ada empat "rest area" yang merupakan hasil konsorsium BUMN di Jateng yakni KM 260 B, KM 360, Salatiga, dan Sragen-Ngawi.(LHP)
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar