Tim SAR evakuasi jenazah penambang pasir di Sungai Serayu

id evakuasi korban serayu

Tim SAR evakuasi jenazah penambang pasir di Sungai Serayu

Tim SAR mengevakuasi jenazah Marjono yang ditemukan di bawah jembatan kereta api, Sungai Serayu, Losari, Kebasen, Kabupaten Banyumas, Sabtu (12/1/2019). (Foto: Dok. Basarnas)

Banyumas (Antaranews Jateng) - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengevakuasi jenazah seorang penambang pasir yang dilaporkan tenggelam di Sungai Serayu, kata Koordinator Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos SAR Cilacap Mulwahyono.

"Jenazah atas nama Marjono (47), warga Desa Srowot RT 02 RW 02, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, berhasil ditemukan tadi pada pukul 08.00 WIB di bawah jembatan kereta api, Losari, Kebasen, Banyumas, lebih kurang 10 kilometer dari lokasi kejadian," katanya di Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu.

 Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, kata dia, jenazah Marjono langsung dibawa ke Puskesmas Kebasen untuk menjalani pemeriksaan sebelum dipulangkan ke rumah duka.

Lebih lanjut, Mulwahyono mengatakan berdasarkan informasi yang diterima Basarnas Pos SAR Cilacap, peristiwa nahas yang menimpa Marjono terjadi pada hari Kamis (10/1), sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat itu, Marjono bersama rekannya, Panus (29), warga Desa Srowot RT 03 RW 02, hendak kembali ke depot untuk menaruh pasir yang baru ditambang dari Sungai Serayu.
 
Akan tetapi dalam perjalanan menuju depot pasir, mesin perahu yang mereka tumpangi mati sehingga perahunya tidak bisa dikendalikan.

Marjono berusaha mengendalikannya dengan cara menarik perahu yang masih tertambat pada tambatan yang berada di tengah sungai, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena perahunya karam.

 Oleh karena panik, Marjono dan Panus segera melompat keluar dari perahu. Saat melompat, Panus dapat memegang bambu tambatan perahu, sedangkan Marjono tidak dapat memegang apa pun sehingga langsung tenggelam.
 
Selang beberapa saat setelah kejadian, Panus mendapat pertolongan dari penambang pasir lainnnya sedangkan Marjono hilang akibat tenggelam.

 "Setelah menerima informasi tersebut, kami segera memberangkatkan satu regu Basarnas Pos SAR Cilacap menuju lokasi kejadian untuk bergabung dengan potensi SAR lainnya guna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan," kata Mulwahyono.

 Ia mengatakan selain Basarnas Pos SAR Cilacap, personel yang terlibat dalam operasi pencarian di antaranya berasal dari BPBD Kabupaten Banyumas, TNI/Polri, Tagana Banyumas, SAR Banyumas, Seri Banyumas, RAPI Banyumas, Tresna, serta keluarga dan masyarakat setempat.
 
"Dengan ditemukannya jenazah Marjono pada pagi tadi, operasi pencarian dan pertolongan di Sungai Serayu dinyatakan ditutup dan seluruh personel yang terlibat telah kembali ke pangkalan masing-masing," katanya. 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar