Logo Header Antaranews Jateng

BI dorong akses permodalan ekonomi kreatif

Selasa, 23 Oktober 2018 15:59 WIB
Image Print
Pembukaan Bekraf Financial Club subsektor seni pertunjukan di Hotel Alila Solo (Foto: Aris Wasita)

Solo (Antaranews Jateng) - Bank Indonesia (BI) mendorong terbukanya akses permodalan sektor ekonomi kreatif khususnya bidang seni pertunjukan untuk mengembangkan usaha.

"Masalah klasik di UMKM termasuk di sini bidang seni pertunjukan adalah akses permodalan. Dalam hal ini BI ada kerja sama dengan Bekraf untuk mendorong akses pembiayaan," kata Kepala BI Kanwil Surakarta Bandoe Widiarto di sela kegiatan "Bekraf Financial Club" di Hotel Alila Solo, Selasa.

Ia mengatakan BI terus mendorong peningkatan akses pembiayaan UMKM melalui tiga kebijakan, yaitu kebijakan rasio kredit UMKM minimum oleh perbankan, peningkatan kapasitas SDM perbankan dan UMKM, serta pengembangan infrastruktur keuangan pendukung.

"Mengenai rasio kredit UMKM, BI telah menetapkan agar perbankan dapat menyalurkan kredit UMKM secara bertahap minimum sebesar 5 persen pada tahun 2015, 10 persen pada tahun 2016, 15 persen pada tahun 2017, dan 20 persen pada tahun 2018," katanya.

Pihaknya mencatat sampai dengan bulan Mei 2018, rasio kredit UMKM mencapai 20,69 persen dari total pembiayaan perbankan.

Mengenai program Bekraf Financial Club tersebut, dikatakannya, merupakan perwujudan dari salah satu butir kerja sama Bank Indonesia dan Bekraf, khususnya terkait pemberdayaan UMKM dalam rangka mendukung pengendalian inflasi, peningkatan akses, dan jangkauan pembiayaan.

"Melalui Bekraf Financial Club ini diharapkan perbankan dapat meningkatkan 'exposure'nya kepada industri kreatif subbidang seni pertunjukan sehingga mendukung pengembangan seni pertunjukan," katanya.

Ia menilai program Bekraf Financial Club tersebut juga merupakan program yang strategis dan penting karena dapat menjembatani antara perbankan dan pelaku usaha, serta dapat mengurangi "asymetric information" yang disebabkan perbankan belum mengetahui usaha industri kreatif, termasuk di bidang seni pertunjukan.

"Pada dasarnya kami mendukung kegiatan ini karena industri kreatif subsektor seni pertunjukan merupakan salah satu unsur pendukung pariwisata yang saat ini diproyeksikan menjadi sektor yang dapat menghasilkan devisa dalam waktu cepat," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo mengatakan laju pertumbuhan PDB subsektor seni pertunjukan per tahun 2016 sebesar 9,54 persen dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 170.994 orang.

Sedangkan untuk jumlah usaha yang bergerak di subsektor seni pertunjukan sebanyak 19.771 usaha dan sebanyak 90,02 persen pengusaha di subsektor seni pertunjukan memiliki pendapatan kurang dari Rp300 juta/tahun.

"Sedangkan presentase penerapan 'ecommerce' dalam usaha seni pertunjukan sebanyak 62,97 persen dan 15,71 persen di antaranya memanfaatkan internet dalam usahanya," katanya.

Kalau untuk penyebaran pelaku seni pertunjukan, dikatakannya, paling tinggi di Jawa Barat sebesar 22,91 persen, Jawa Timur sebesar 21,70 persen, dan Jawa Tengah sebesar 15,53 persen.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026