Badan Otorita Borobudur kembangkan kawasan hutan Purworejo

id bob,kembangkan, hutan purworejo

Badan Otorita Borobudur kembangkan kawasan hutan Purworejo

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur Indah Juanita. (Heru Suyitno).

Magelang (Antaranews Jateng) - Badan Otorita Borobudur akan mengembangkan kawasan hutan milik Perhutani seluas 309 hektare di Kecamatan Loano dan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menjadi tujuan wisata untuk mendukung keberadaan objek utama Candi Borobudur.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur Indah Juanita di Magelang, Jawa Tengah, Jumat, mengatakan kawasan tersebut nantinya hanya ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit dari Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo, DIY.

Ia mengatakan hal tersebut usai mengikuti Konferensi Internasional Borobudur 2018 di Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Ia menuturkan dari seluas 309 hektare kawasan hutan yang ada, sekitar 50 hektare akan dibangun sebagai tempat tujuan wisata yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Menurut dia, lokasi tersebut berjarak sekitar 50 kilometer dari NYIA dan untuk penentuan akses tergantung Kementerian Pekerjaan Umum dan Prumahan Rakyat (PUPR) yang akan menentukannya.

"Kementerian PUPR nanti yang memetakan, mana lokasi masyarakat yang mempunyai potensi itu bisa dihubungkan, Jadi PUPR bisa membuat jalur ke mana pun tetapi pariwisata harus di atasnya sehingga jalur infrastruktur ini hidup," katanya.

Ia mengatakan sekarang sudah mulai persiapan, membereskan masalah pertanahan, setelah selesai segera dilakukan pematokan supaya kelihatan daerahnya.

"Kalau mau ada yang perlu dibersihkan seperti apa, karena berupa kawasan hutan produksi dan kondisinya sangat cantik.

Ia mengatakan kawasan tersebut berupa hutan pinus dan ada aktivitas pekerja dari penduduk setempat yang menyadap pinus.

"Agar lebih menarik cara menyadapnya harus rapi. Kalau menyadap tetap ada karena berupa tegakan pohon pinus di situ, tetapi cara menyadapnya yang cantik sekaligus untuk atraksi dan tetap memperhatikan konservasi," katanya.
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar