
Pemkot Semarang membayarkan tunggakan SPP 122 siswa

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang telah membayarkan tunggakan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dari 122 siswa di 15 sekolah di wilayah tersebut sepanjang 2025 dengan total nilai Rp71.393.000.
"Mereka adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu yang selama ini terbebani utang sekolah," kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Kamis.
Meski masih ada 1.053 anak yang tercatat memiliki tunggakan SPP, kata dia, langkah tersebut menjadi awal yang baik.
Pihaknya berkomitmen untuk terus mencari solusi agar tidak ada lagi anak putus sekolah karena alasan biaya.
"Saya tidak ingin ada anak Semarang yang tidak naik kelas atau tidak ambil rapor karena orang tuanya tidak bisa bayar SPP. Pendidikan adalah hak mereka, dan negara harus hadir," katanya.
Kehadiran sekolah swasta gratis memang menjadi salah satu solusi untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar bisa bersekolah, tetapi jumlahnya belum banyak.
Dalam satu tahun kepemimpinan Agustina bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, dunia pendidikan di ibu kota Jawa Tengah mendapat perhatian serius.
Bukan sekadar membangun gedung sekolah, tetapi lebih dari itu anak-anak dari keluarga miskin kini bisa sekolah tanpa terbebani biaya.
Ijazah yang dulunya tertahan bertahun-tahun, kata dia, akhirnya bisa diambil, dan guru-guru swasta mendapat bantuan operasional.
Program unggulan "Semarang Cerdas" menjadi salah satu fondasi penting dalam lima tagline pembangunan yang diusung, yakni Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh.
"Pendidikan adalah kunci masa depan. Kami ingin semua anak Semarang, siapa pun dia, dari keluarga mana pun, punya kesempatan yang sama untuk bersekolah dan berprestasi," katanya.
Ia menyebut Semarang Cerdas wujud komitmen pemkot untuk tidak meninggalkan satu pun anak di kota ini dalam kesempatan memperoleh pendidikan.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang tahun 2025 mencapai angka 85,80 atau masuk kategori sangat tinggi, sekaligus menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah.
Rata-rata lama sekolah warga Semarang berada di angka 11,11 tahun, menunjukkan bahwa akses pendidikan semakin terbuka lebar.
Tingkat kepuasan warga terhadap kinerja Agustina-Iswar pun mencapai 83,6 persen berdasarkan Survei Litbang Kompas.
Baca juga: Pakar : Kinerja Pemkot Semarang setahun tunjukkan tren positif
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
