Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Semarang bantu rehabilitasi rumah rusak akibat diterjang angin kencang

Jumat, 27 Februari 2026 11:00 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat meninjau rumah warga di di RT 07 RW 12, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, yang rusak akibat angin kencang. (ANTARA/HO-Pemkot Semarang)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah, memastikan akan membantu rehabilitasi rumah warga di Kelurahan Gisikdrono yang rusak akibat diterjang angin kencang yang bersamaan dengan hujan deras.

"Kami menerima laporan adanya rumah warga di Gisikdrono yang terdampak angin kencang disertai hujan deras," kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Jumat.

Saat itu juga, kata dia, jajaran kecamatan, kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta dinas terkait, langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal.

Diketahui bahwa lokasi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung berada di RT 07 RW 12, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat.

Dalam tinjauan itu, lanjut dia, Pemkot Semarang bergerak cepat begitu menerima laporan dari warga dan aparatur wilayah.

Berdasarkan data sementara, kerusakan meliputi atap rumah terlepas, kerusakan struktur ringan hingga sedang, serta perlunya perbaikan pada bagian bangunan yang terdampak langsung.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian angin puting beliung yang menyertai hujan berintensitas tinggi tersebut.

Langkah cepat yang telah diambil Pemkot Semarang antara lain pendataan kerusakan, penyaluran bantuan logistik darurat, serta distribusi terpal untuk melindungi bagian rumah yang rusak dari hujan susulan.

"Kami pastikan warga yang terdampak akan mendapat bantuan sesuai ketentuan. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat mengalami musibah," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.

Warga diminta memastikan kondisi atap rumah aman, memangkas dahan pohon rawan tumbang, serta segera melapor ke perangkat wilayah jika menemukan potensi bahaya.

"Kita tidak bisa menghindari cuaca ekstrem, tetapi kita bisa meminimalkan dampaknya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci," katanya.

Baca juga: BPBD-Disdik Banyumas lakukan asesmen dampak bencana di SDN 1 Sambirata



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026