
Kendalikan inflasi, BI rangkul PKK

Solo (Antaranews Jateng) - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Surakarta, Jawa Tengah, merangkul Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat untuk mengendalikan inflasi daerah melalui kegiatan "PKK Peduli Inflasi".
"Pada kegiatan ini kami mengajak lomba memasak ibu-ibu PKK hanya dengan modal nominal Rp50 ribu. Pada lomba masak ini, para peserta berkarya cipta menu makan siang nonberas dan nonsingkong," kata Kepala BI Kanwil Surakarta Bandoe Widiarto di sela kegiatan di Rumas Dinas Wali Kota Surakarta Loji Gandrung Solo, Kamis.
Ia mengatakan kegiatan tersebut dilakukan karena selama ini komoditas pangan merupakan penyumbang utama inflasi. Oleh karena itu, pihaknya mendorong ibu rumah tangga untuk berbelanja bijak dengan memperhatikan harga komoditas pangan.
Menurut dia, beberapa bulan terakhir harga beras dan produk hortikultura seperti cabai merah, bawang merah, dan bawang putih mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan seiring dengan kurangnya pasokan baik dari sentra industri lokal maupun impor.
"Dampaknya langsung terlihat pada realisasi inflasi Kota Surakarta, yaitu pada Februari 2018 inflasi Kota Surakarta tercatat 0,49 persen," katanya.
Oleh karena itu, melalui kegiatan tersebut BI mengajak para ibu rumah tangga untuk lebih bijak dalam berbelanja dengan memperhatikan harga kebutuhan pokok.
"Seperti misalnya jika beras premium mahal, bisa menggunakan komoditas pokok lainnya," katanya.
Pihaknya berharap kegiatan tersebut tidak hanya dapat berdampak positif untuk pengendalian inflasi tetapi juga memberikan pemahaman kepada para ibu akan pemasaran sederhana untuk produk UMKM khususnya makanan.
"Di sini kami mendorong ibu-ibu PKK berperan sebagai motor penggerak perekonomian juga," katanya.
Pewarta: Aries Wasita Widi Astuti
Editor:
Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
