Pemkot tekan harga beras lewat OP

id pemkot magelang,harga beras, operasi pasar

Pemkot tekan harga beras lewat OP

Petugas Pemkot Magelang memantau harga beras di salah satu pasar tradisional, Rabu (28/2). (Foto: Dokumen Humas Pemkot Magelang)

Magelang (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, masih berusaha menekan harga beras melalui operasi pasar di sejumlah pasar tradisional di daerah itu agar tidak naik.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Pemkot Magelang Sri Rezeki Tentami di Magelang, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya menjual beras jenis IR 64 di sejumlah pasar dengan harga Rp8.500 per kilogram.

"Salah satu langkah yang kami lakukan dengan operasi pasar untuk menekan agar harga tidak mengalami kenaikan," katanya di sela pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar dan beberapa toko di daerah itu.

Ia mengakui harga beras medium dan premium di pasar tradisional besar di kota dengan tiga kecamatan dan 17 kelurahan hingga saat ini masih relatif mahal atau di atas harga eceren tertinggi yang dikeluarkan pemerintah.

Berdasarkan ketentuan HET, harga beras medium Rp9.400 per kilogram, sedangkan beras premium Rp12.800 per kilogram. Pihaknya sementara ini, berusaha menekan harga beras di pasaran agar tidak lebih dari Rp13.000 per kilogram.

"Sekarang ini di pasar sudah mencapai Rp13.000 per kilogram. Minimal kami mencegah agar harga tidak naik lagi," ujarnya.

Pihaknya terus menerjunkan petugas untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok, termasuk beras ke pasar-pasar tradisional di daerah ini seperti Pasar Rejowinangun, Pasar Gotong Royong, Pasar Cacaban, dan Pasar Kebon Polo.

Berdasarkan hasil pemantauan petugas, katanya, tidak terjadi kelangkaan beras, sedangkan para pedagang pada umumnya menjual beras mulai harga sekitar Rp9.000 hingga Rp13.000 per kilogram.

Ia mengatakan harga beras relatif tinggi sejak November 2017, antara lain karena musim hujan, sedangkan masa panen yang mulai Maret ini diperkirakan bisa menurunkan harga beras ke tingkat yang wajar.

Sejak awal Januari 2018, pihaknya melakukan operasi pasar beras dengan barang yang diperoleh dari Bulog Divisi Regional Kedu.

Upaya menurunkan harga beras di pasaran masih terus dilakukan instansinya bekerja sama dengan instansi terkait lain, seperti Satuan Polisi Pamong Praja, Bagian Perekonomian, dan Bagian Humas Sekretaris Daerah Pemkot Magelang.

Sejumlah pedagang beras menyatakan pasokan beras dari distributor hingga saat ini masih relatif tinggi harganya, sehingga mereka harus menyesuaikan dengan kondisi harga tinggi. (hms)


Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar