Logo Header Antaranews Jateng

Polda Jateng lacak keberadaan 88 anak penderita CTEV

Kamis, 10 September 2026 19:14 WIB
Image Print
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo menyapa keluarga pasien penderita kelainan kaki bawaan lahir atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) di RS Bhayangkara Semarang, Kamis (10/9/2026). (ANTARA/HO-Humas Polda Jateng)

Semarang (ANTARA) - Polda Jawa Tengah melacak keberadaan 88 anak dengan kelainan kaki bawaan lahir atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) di berbagai wilayah di provinsi ini untuk memastikan memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.

Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah Kombes Pol Agung Hadi Wijanarko di Semarang, Kamis, mengatakan, temuan tersebut merupakan hasil pendataan yang dilalukan bhabinkamtibmas serta seksi kedokteran kesehatan di masing-masing polres.

Menurut dia, pendataan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan anak-anak dengan CTEV agar memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.

"Penanganan CTEV harus dilakukan sesegera mungkin agar hasilnya semakin maksimal," katanya.

Selain penanganan medis, lanjut dia, peran orang tua juga sangat penting karena keberhasilan terapi membutuhkan konsistensi dalam mengikuti arahan dan perawatan.


Ia menuturkan melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut, masyarakat dapat mengikuti program ini secara gratis sehingga tidak menjadi hambatan bagi pasien untuk mendapatkan perawatan, terlebih jika berasal dari keluarga kurang mampu.

Sementara itu, tujuh anak dengan kelainan CTEV mendapat penanganan dan pemantauan medis di RS Bhayangkara Semarang.

Ketujuh pasien tersebut masing-masing berasal dari Kota Salatiga, Surakarta, Kabupaten Kendal, Demak, dan Semarang.

Penanganan dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien, mulai dari pemeriksaan dan kontrol terapi, pemasangan gips lanjutan bagi pasien yang sedang menjalani tahapan koreksi kaki, hingga tindak lanjut bagi pasien yang memerlukan penanganan lebih lanjut.



Baca juga: PMII dan HMI Semarang menyatakan dukung MTQ Nasional



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026